Suara.com - Gelar wicara "Rosi" Kompas TV kembali menjadi perbincangan, kali ini terkait episode berjudul "Seruan 'Makar' Berujung Laporan."
Episode tersebut menghadirkan Ulta Levenia Nababan selaku Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dan Asfinawati yang merupakan Akademisi Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera.
Dalam video yang jadi viral di X, Ulta Levenia dan Asfinawati berdebat tentang makar.
"Apakah harus menunggu kekerasan dulu, lalu pemerintah bertindak?" tanya Ulta Levenia.
"Tapi ini kan bukan kekerasan, ini makar. Kan beda itu. Jangan disamakan makar hanya kekerasan," sahut Asfinawati.
Sebagai informasi, makar adalah niat jahat untuk menyerang keselamatan presiden/wakil presiden, memisahkan wilayah negara, atau menggulingkan pemerintahan sah melalui cara tidak konstitusional.
Makar yang merupakan istilah hukum dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dianggap kejahatan serius terhadap keamanan negara.
Pernyataan Ulta Levenia Nababan selanjutnya-lah yang menjadi bahan pembicaraan warganet di X.
Beberapa kata yang diucapkan Ulta Levenia sulit dipahami warganet saat menjawab pernyataan Asfinawati.
Baca Juga: Update Kasus Pencemaran Nama Baik Heni Sagara, 2 Tersangka Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan
"Kalau saya melihatnya dari konsep sekuritisasi, ketika provokasi itu kemudian bereskalasi, lalu berlanjut menjadi memicu mobilisasi massa," tutur Ulta Levenia.
Pernyataan Ulta Levenia Nababan yang sulit dimengerti membuatnya kena nyinyir.
Sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ulta Levenia menurut warganet seharusnya memiliki kemampuan berbicara yang mumpuni.
Namun kata-kata yang dipilih Ulta Levenia sebagai Tenaga Ahli dalam sebuah acara televisi nasional malah membuatnya disamakan seperti Vicky Prasetyo.
"Sekuritisasi. Provokasi. Eskalasi. Mobilisasi. Ngomong apaan sih?" tanya akun @rimapurwa***.
"Vicky Prasetyo vibes," sahut akun @andremi***.
Berita Terkait
-
Viral Pria Jomblo 38 Tahun Diduga Cabuli 3 Anak di Bawah Umur, Langsung Jadi Samsak Warga
-
Viral! Momen Haru Perpisahan Siswa SMP di Sumedang, Terpaksa Putus Sekolah untuk Jualan Ayam Goreng
-
Viral Guru Honorer Seberangkan Siswa Pakai Rakit di Sungai, Akun Gerindra Gercep Cari Alamatnya
-
Dari Penjaga Fast Food, Kisah Syahriyadi Sosok di Balik Viral 'P P Apa' yang Mendunia
-
Kisah Azril, Bocah Cemong Pengantar Cicilan Utang yang Temani Ibu Kerja di Pabrik Arang
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan