Entertainment / Gosip
Selasa, 21 April 2026 | 14:32 WIB
Ulta Levenia merupakan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden. (Instagram/@leveenia)

Suara.com - Gelar wicara "Rosi" Kompas TV kembali menjadi perbincangan, kali ini terkait episode berjudul "Seruan 'Makar' Berujung Laporan."

Episode tersebut menghadirkan Ulta Levenia Nababan selaku Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dan Asfinawati yang merupakan Akademisi Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera.

Dalam video yang jadi viral di X, Ulta Levenia dan Asfinawati berdebat tentang makar.

"Apakah harus menunggu kekerasan dulu, lalu pemerintah bertindak?" tanya Ulta Levenia.

"Tapi ini kan bukan kekerasan, ini makar. Kan beda itu. Jangan disamakan makar hanya kekerasan," sahut Asfinawati.

Sebagai informasi, makar adalah niat jahat untuk menyerang keselamatan presiden/wakil presiden, memisahkan wilayah negara, atau menggulingkan pemerintahan sah melalui cara tidak konstitusional.

Makar yang merupakan istilah hukum dalam KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) dianggap kejahatan serius terhadap keamanan negara.

Pernyataan Ulta Levenia Nababan selanjutnya-lah yang menjadi bahan pembicaraan warganet di X.

Beberapa kata yang diucapkan Ulta Levenia sulit dipahami warganet saat menjawab pernyataan Asfinawati.

Baca Juga: Update Kasus Pencemaran Nama Baik Heni Sagara, 2 Tersangka Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan

"Kalau saya melihatnya dari konsep sekuritisasi, ketika provokasi itu kemudian bereskalasi, lalu berlanjut menjadi memicu mobilisasi massa," tutur Ulta Levenia.

Pernyataan Ulta Levenia Nababan yang sulit dimengerti membuatnya kena nyinyir.

Sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ulta Levenia menurut warganet seharusnya memiliki kemampuan berbicara yang mumpuni.

Namun kata-kata yang dipilih Ulta Levenia sebagai Tenaga Ahli dalam sebuah acara televisi nasional malah membuatnya disamakan seperti Vicky Prasetyo.

"Sekuritisasi. Provokasi. Eskalasi. Mobilisasi. Ngomong apaan sih?" tanya akun @rimapurwa***.

"Vicky Prasetyo vibes," sahut akun @andremi***.

Load More