Entertainment / Gosip
Selasa, 21 April 2026 | 18:45 WIB
Uya Kuya menolak untuk menjual rumahnya yang sempat dirajah, karena memiliki banyak sejarah dan kenangan. (YouTube/Uya Kuya TV)
Baca 10 detik
  • Uya Kuya menolak menjual rumahnya di Duren Sawit yang dijarah massa saat unjuk rasa pada 30 Agustus 2025.
  • Renovasi rumah berjalan lambat karena kerusakan ekstrem akibat pencurian struktur dasar bangunan hingga menyisakan kondisi kosong melompong.
  • Akibat proses perbaikan yang belum selesai, keluarga besar Uya Kuya terpaksa hidup berpencar di sejumlah rumah kontrakan.

Suara.com - Uya Kuya menolak desakan untuk menjual kediamannya di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, yang hancur lebur dijarah massa.

Ditemui di Gedung Nusantara 1 DPR RI pada Selasa, 21 April 2026, Uya mengungkap kondisi terkini rumahnya yang baru direnovasi 70 persen akibat penjarahan massal tahun lalu.

Sebagai pengingat, rumah politikus Fraksi PAN ini menjadi sasaran amuk dan vandalisme warga pada 30 Agustus 2025 lalu. 

Penjarahan itu dipicu puncak kemarahan publik terhadap sejumlah perilaku anggota dewan, yang meledak usai insiden tewasnya seorang sopir ojek online akibat terlindas mobil Brimob saat unjuk rasa. 

Saat itu, tembok rumah Uya dipenuhi makian ari cat semprot dan isinya dikuras habis oleh warga.

rumah Uya Kuya yang dijarah (Suara.com/Tiara Rosana)

Kini, lebih dari setengah tahun berlalu, progres perbaikan kediaman tersebut berjalan sangat lambat. 

Suami Astrid Khairunisha ini membeberkan, renovasi memakan waktu lama lantaran pencuri tidak hanya menggasak barang berharga, melainkan melucuti struktur dasar bangunan secara ekstrem.

"Rumah sampai sekarang belum selesai direnovasi dan masih dibetulin. Rumah gue kemarin benar-benar semua barang hilang," kata Uya Kya.

"Bukan hanya barang, besi-besi, kusen-kusen, pipa-pipa aja diambil, sampai kloset WC juga diambil. Kloset WC diambil, wastafel. Jadi benar-benar kosong, bolong semua."

Baca Juga: Sudah Hitung-hitungan Modal, Uya Kuya Malah Tertarik Bikin Dapur MBG?

Kondisi hunian yang bolong melompong itu memaksa keluarga besarnya hidup terpencar di rumah kontrakan. Bahkan, hewan peliharaan mereka pun harus diungsikan.

"Ini udah berjalan berbulan-bulan, udah setengah tahun belum selesai-selesai juga. Baru 70 persen kali ya. Makanya kan sekarang mertua gue juga masih ngontrak," imbuh Uya.

Uya Kuya menolak untuk menjual rumahnya yang sempat dirajah, karena memiliki banyak sejarah dan kenangan. [Tiara Rosana/Suara.com]

"Tinggal di situ kan juga selain gue ada mertua, ada adik kakaknya Astrid dan keluarga juga masih ngontrak," jucap Uya.

Melihat kerusakan parah dan riwayat kelam rumah tersebut, entertainer 51 tahun ini didesak banyak kerabat untuk segera pindah permanen. 

Namun, dia bersikeras mempertahankan aset itu karena murni dibangun dari keringatnya sebagai artis jauh sebelum dia terjun ke dunia politik.

"Banyak orang yang bilang, 'udah jual aja Mas, daripada trauma'. Cuma rumah itu saya beli dan saya bangun itu berapa belas tahun yang lalu loh, kalau enggak salah sejak 2014 atau 2013," ucap ayah dua anak ini.

Load More