Entertainment / Film
Jum'at, 24 April 2026 | 14:34 WIB
Joko Anwar berii reaksi menohok saat filmnya tembus 1,3 juta penonton dalam delapan hari penayangan [Suara.com/Rena Pangesti
Baca 10 detik
  • Dalam 8 hari, film ini meraih 1,3 juta penonton sekaligus menjadi sarana Joko Anwar menyentil sulitnya akses keadilan di dunia nyata.
  • Berlatar di Lapas mencekam, narapidana dipaksa menjaga aura positif dan berbuat baik agar tidak diburu hantu yang mengincar energi negatif.
  • Cerita ini menekankan bahwa untuk melawan penindasan sistemik dan ancaman gaib, para penghuni penjara harus bersatu melampaui ego masing-masing.

Suara.com - Film horor teranyar Joko Anwar, Ghost in The Cell sukses mencatatkan angka pertumbuhan penonton yang sangat signifikan.

Cuma dalam kurun waktu delapan hari sejak penayangan perdananya di bioskop, film ini telah berhasil meraup lebih dari 1,3 juta penonton.

Keberhasilan ini memperkokoh posisi Joko Anwar sebagai sineas yang mampu memadukan unsur ketegangan murni dengan kritik sosial yang tajam.

Fenomena Ghost in The Cell tidak hanya menjadi perbincangan di kalangan pecinta film, tetapi juga viral di berbagai platform media sosial, memicu diskusi hangat mengenai pesan tersirat di balik layar.

Menanggapi pencapaian luar biasa ini, Joko Anwar mengunggah sebuah pernyataan melalui akun Instagram pribadinya. Alih-alih hanya merayakan angka, Joko justru memberikan komentar yang menyentil realitas sosial saat ini.

Kalimatnya mengandung satire yang merujuk pada plot film tersebut, di mana keadilan menjadi barang mewah yang sulit didapat.

"Baru 8 hari. Sudah 1,3 juta penonton harus minta tolong sama sama hantu untuk dapetin keadilan. Mudah-mudahan cuma di film. Di dunia nyata kan nggak harus ya. Ya kan? Kan?" demikian tulis Joko Anwar, Jumat, 24 April 2026.

"Pernyataan ini langsung memicu reaksi ribuan netizen. Banyak yang merasa bahwa kutipan tersebut adalah refleksi dari keresahan masyarakat terhadap sistem hukum dan keadilan di dunia nyata, yang seringkali dianggap tumpul bagi pihak-pihak tertentu.

Sinopsis: Keadilan di Balik Jeruji Labuhan Angsana

Baca Juga: Film Ghost in the Cell: Horor Penjara yang Menampar Realita

Ghost in The Cell mengambil latar tempat yang sangat mencekam, yakni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Labuhan Angsana.

Jauh dari kesan rehabilitasi, penjara ini justru menjadi neraka bagi para narapidana. Setiap hari, mereka harus berhadapan dengan masalah yang berlapis, mulai dari penindasan yang dilakukan oleh oknum pejabat lapas hingga konflik kekerasan antar sesama penghuni tahanan yang tidak kunjung usai.

Ketegangan mulai memuncak ketika seorang narapidana baru masuk ke dalam sel tersebut. Tak lama setelah kedatangannya, serangkaian kematian mengerikan mulai terjadi secara misterius. Satu per satu narapidana tewas dengan kondisi yang sangat tidak wajar dan brutal.

Poster Film Ghost in the Cell (IMDb)

Para napi akhirnya menyadari bahwa mereka sedang diburu oleh sesosok hantu penunggu lapas. Namun, hantu ini bukan sekadar entitas mistis biasa. Terungkap bahwa makhluk tersebut membunuh berdasarkan aura atau energi negatif seseorang.

Semakin buruk perilaku dan energi seseorang, semakin besar peluang mereka menjadi target selanjutnya.

Premis unik muncul ketika para narapidana yang terbiasa hidup keras kini berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan. Mereka berusaha menjaga agar aura mereka tetap positif demi menghindari incaran sang hantu.

Load More