- Foto yang memperlihatkan balita tidur telanjang hanya dengan popok dan kaki diikat handuk di Daycare Little Aresha memicu kemarahan luas netizen.
- Pengasuh diduga sengaja mengikat anak agar tidak aktif bergerak dan membiarkan mereka tanpa baju demi mempermudah pekerjaan serta menghindari komplain orangtua.
- Puluhan orangtua korban telah melaporkan kasus ini ke Polresta Yogyakarta, yang kini tengah melakukan penyelidikan mendalam dan mengamankan lokasi kejadian.
Suara.com - Jagat media sosial dihebohkan dengan kabar memilukan dari tempat penitipan anak di Yogyakarta. Daycare bernama Little Aresha diduga melakukan kekerasan kepada para balita yang dititipkan di sana .
Berbagai foto bukti yang memperlihatkan kondisi anak-anak yang dititipkan di sana kini beredar luas di platform Instagram dan X.
Dalam foto yang tak bisa kami tampilkan di artikel ini karena alasan kemanusiaan, tampak beberapa balita tengah tidur tengkurap di atas matras warna-warni tanpa mengenakan baju.
Pemandangan paling menyayat hati memperlihatkan kaki seorang anak yang diikat kencang menggunakan kain berwarna krem serupa handuk.
Beberapa anak lainnya juga terlihat hanya mengenakan popok tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka.
"Sick banget gilaaa!!" tulis akun @MsPiazon dalam unggahannya yang memicu amarah banyak orang di media sosial.
Akun tersebut juga mengungkap bahwa praktik keji itu diduga dilakukan dalam waktu yang cukup lama setiap harinya.
Ia merasa sangat terpukul melihat perlakuan oknum pengasuh kepada para balita tersebut.
"Baru terungkap daycare di Jogja ngiket anak yang dititipin sampe ortunya jemput," imbuhnya lagi dalam cuitan yang viral.
Baca Juga: Berawal dari Nurani, Penyiksaan Balita di Little Aresha Terbongkar di Tangan Pengasuh Baru
Oknum pengasuh disinyalir sengaja menggunakan kain lembut seperti handuk agar ikatan kencang tersebut tidak meninggalkan bekas luka lecet.
Hal ini diduga sebagai siasat licik agar para orangtua tidak menaruh curiga saat menjemput buah hati mereka di sore hari.
Selain diikat, anak-anak malang tersebut diduga sering dibiarkan tidur tanpa mengenakan pakaian sama sekali oleh pihak pengelola.
Mereka hanya dipakaikan popok dan dibedong paksa oleh oknum pengasuh yang bertugas menjaga di tempat tersebut.
Alasan di balik tindakan yang dianggap tidak waras ini diduga karena para pengasuh merasa malas mengurus anak yang aktif bergerak.
Mereka lebih memilih mengikat anak agar pekerjaan mereka menjadi lebih ringan dan praktis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Jadwal Siaran Langsung Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju di SCTV Besok
-
Bikin Surat Kuasa Sebelum ke Mesir, Syekh Ahmad Al Misry Diduga Tahu Kasusnya Bakal Membesar
-
Berawal dari Nurani, Penyiksaan Balita di Little Aresha Terbongkar di Tangan Pengasuh Baru
-
Dituding Bohongi Publik, Ria Ricis Disentil Soal Operasi Hidung Berkedok Sinus
-
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Puteri Indonesia 2026 yang Ukir Sejarah Baru
-
Teka-teki Wali Nikah Syifa Hadju, Ayah Kandung Hadir atau Pakai Wali Hakim?
-
Mengenal Habib Mahdi Alatas, Sosok Lantang Suarakan Pelecehan oleh Syekh Ahmad Al Misry
-
Heboh Ustaz Maulana Sebut Nabi Muhammad Nikahi Maryam Ibunda Nabi Isa di Surga, Dalilnya Sahih?
-
Ahmad Dhani Diduga Respons Maia Ungkit Luka Lama di Siraman El: Anak Laki-Laki Milik Ayahnya
-
Kisah Ibu Guru Atun: Dibully Murid, Dikasih Dedi Mulyadi Rp25 Juta, Lalu Disedekahkan