Entertainment / Gosip
Jum'at, 15 Mei 2026 | 08:25 WIB
Dana voting untuk finalis Rio Finalis Indonesian Idol 2026 digelapkan admin fansbase.
Baca 10 detik
  • Admin fanbase bernama Arini diduga menilep dana patungan voting ratusan juta rupiah milik pendukung Rio Lahskart.
  • Akibat dana tidak disalurkan untuk membeli kuota vote, Rio Lahskart gagal melaju ke Grand Final dan terhenti di babak Top 3.
  • Celah dalam sistem pengumpulan dana kolektif yang lebih murah dimanfaatkan pelaku demi kepentingan pribadi, mencoreng sportivitas dukungan penggemar.

Suara.com - Indonesian Idol 2026 dinodai dugaan penggelapan dana voting senilai ratusan juta untuk mendukung Rio Lahskart, salah satu finalisnya.

Kasus ini pertama kali dibongkar oleh beberapa akun di platform X (sebelumnya Twitter) yang kemudian viral. Melalui utas panjang, mereka membeberkan kronologi dugaan penilepan yang dilakukan oleh admin fanbase Rio bernama Arini.

"BANTU VIRALIN GUYS!! Arini dan suaminya nilep uang vote buat Rio Lahskart sampai tiga digit," tulis akun @ahbersin dalam unggahannya yang menampilkan foto editan Arini dan suaminya mengenakan baju tahanan oranye pada Kamis, 14 Mei 2026.

Menurut akun tersebut, seharusnya Rio bisa lolos ke babak Grand Final. Namun karena tindakan Arini, Rio hanya bertahan sampai babak Top 3.

Dugaan penggelapan dana ini disebut-sebut mencapai angka fantastis, bahkan hingga ratusan juta rupiah. Keterlibatan nama besar seperti artis Ivan Gunawan yang merupakan pendukung kuat Rio, semakin memperjelas besarnya dana yang diduga digelapkan.

Ivan Gunawan sendiri sempat mengutarakan kekecewaannya melalui komentar di Instagram, menyoroti kejanggalan dana vote yang tidak tersalurkan.

"Dalam perhitungan saya enggak mungkin kita kalah vote... Karena uang vote harusnya ada.... APAKAH dipakai buat VOTE beneran??????," tulis Ivan Gunawan, menunjukkan keheranannya terkait hasil vote untuk Rio yang tidak sesuai ekspektasi.

Rio Lahskart sendiri juga sudah mengetahui dugaan penggelapan ini melalui percakapan pribadi dengan fans yang bocor di dunia maya. Namun dia mengaku pasrah dan menganggap panggung final bukan rezekinya.

Sebagai informasi, sistem voting Indonesian Idol kerap kali melibatkan sistem "patungan" di kalangan penggemar.

Baca Juga: 5 Fakta Celyna Grace Finalis Indonesian Idol 2026, Dijuluki The Next Rossa

Hal ini dilakukan untuk menghemat biaya, karena membeli kuota vote dalam jumlah besar secara kolektif jauh lebih murah per-itemnya dibandingkan membeli satu per satu.

Akun X @gdragln mencoba menjelaskan fenomena ini dengan menampilkan rincian harga vote dari aplikasi RCTI+. Dia membandingkan harga vote dalam jumlah besar dengan harga satuan.

Menurutnya, jauh lebih ekonomis membeli paket vote seharga Rp14,9 juta untuk 1.470.000 vote daripada membeli paket vote Rp1,5 juta untuk 145.000 vote. Lebih untung 20 ribu vote dengan nominal yang sama.

"Tapi ya enggak semua mampu langsung vote Rp15 juta kan, itulah kenapa ada patungan," tulisnya, menggarisbawahi bahwa sistem patungan ini memang lumrah terjadi karena faktor ekonomi penggemar.

Namun, celah inilah yang diduga dimanfaatkan oleh Arini. Dia dipercaya sebagai admin yang mengumpulkan dana patungan dari para penggemar, termasuk Ivan Gunawan.

Ironisnya, dana yang seharusnya digunakan untuk membeli paket vote Rio, diduga justru digelapkan untuk kepentingan pribadi Arini dan suaminya.

Load More