- Sutradara Dandhy Laksono merespons polemik pengakuan Yasinta Moiwen terkait kemunculannya dalam film dokumenter berjudul Pesta Babi tersebut.
- Yasinta Moiwen sebelumnya menyatakan tidak mendapat penjelasan rinci mengenai penggunaan rekaman dirinya dalam film tentang masyarakat adat.
- Dandhy meminta masyarakat untuk tidak menghakimi Yasinta melalui unggahan media sosial pribadinya pada 25 Mei 2026 lalu.
Cerita dalam dokumenter ini berfokus pada pengalaman masyarakat adat yang terdampak langsung, termasuk tokoh-tokoh seperti Yasinta Moiwend dari suku Marind, Vincen Kwipalo dari suku Yei, serta komunitas Awyu.
Mereka digambarkan sebagai kelompok yang berusaha mempertahankan tanah leluhur mereka dari ekspansi industri besar.
Dalam narasinya, film ini memperlihatkan bagaimana kawasan hutan adat perlahan berubah menjadi perkebunan skala besar.
Perubahan tersebut berdampak pada kehidupan masyarakat lokal yang kehilangan sebagian ruang hidup, sumber pangan, hingga identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Selain itu, dokumenter ini juga menyoroti isu lain seperti dugaan keterlibatan aparat dalam pengamanan proyek investasi, konflik lahan, serta tekanan yang dialami oleh masyarakat yang menolak pelepasan tanah adat mereka.
Hal ini menambah kompleksitas persoalan yang diangkat dalam film tersebut.
Salah satu simbol perlawanan yang ditampilkan dalam film adalah pemasangan salib merah oleh warga adat.
Simbol ini digunakan sebagai bentuk penolakan terhadap pembukaan hutan dan penguasaan lahan oleh perusahaan besar, sekaligus menjadi tanda protes atas perubahan yang terjadi di tanah mereka.
Baca Juga: Sinopsis The Doorman: Kucing-kucingan eks Marinir dan Perampok, di Bioskop Trans TV Malam Ini
Berita Terkait
-
Bob Marley: One Love, Sebuah Getaran Jiwa yang Menembus Layar Lebar, Segera Pergi dari Netflix
-
6 Film Unggulan AFAA Siap Manjakan Pencinta Sinema di Balinale 2026
-
Viral! Mama Papua Kecewa, Suara dan Wajahnya Dipakai Tanpa Izin di Film Pesta Babi
-
Curhat Menteri Pendidikan Saat Nobar Children of Heaven: Pakai Sepatu Seminggu Sekali
-
Main ke Solo, Omar Daniel dan Jeremie Moeremans Cerita Makna Film Keluarga Suami Adalah Hama
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Givri Taj Cerita Transformasi Lewat Operasi Plastik di Vietnam, Sedot Lemak hingga Fat Grafting
-
402 Rumah Sakit Angker Korea Gelar Premiere di Korea, Dapat Sambutan Hangat dari Penonton BIFAN 2026
-
26 Started with a Yes!: Kado Ultah Terindah Eltasya Natasha, Dilamar Kekasih
-
Bukan Hantu, Ini Hal Tak Terduga yang Paling Ditakuti Pemain Selama Syuting Film Munafik
-
Wajah Ayu Ting Ting dan Kevin Gusnadi Disorot, Benarkah Jodoh Biasanya Mirip?
-
Jihan Nurrainy dan Azeezah Rahma Shakila Sabet Mahkota Indonesia's Girl 2026
-
Kmy Kmo dan Luca Sickta Gandeng Niken Salindry di Lagu 'Tinggi': Pesan Budaya yang Mendalam
-
4 Kali Tolak Undangan Istana, Janita Gabriela Akhirnya Tampil di Depan Presiden dan PM Singapura
-
Prambanan Jazz Festival Ditutup dengan Sukacita, Rayakan Musik, Seni dan Budaya
-
Review Film 402 Rumah Sakit Angker Korea: Kejutan Tiada Habis Bahkan Sampai Soundtrack