- Jawapos TV resmi menghentikan seluruh aktivitas siarannya tepat pada hari ulang tahun ke-19, tanggal 30 Mei 2026.
- Kondisi studio yang sunyi dan tidak ada aktivitas produksi memicu viralnya kabar perpisahan stasiun televisi tersebut.
- Penghentian siaran ini merupakan bagian dari transformasi media menuju platform digital di bawah naungan Jawapos.com.
Suara.com - Kabar mengejutkan datang dari dunia penyiaran Indonesia. Jawapos TV dikabarkan resmi menghentikan siarannya pada 30 Mei 2026.
Informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah beredarnya sejumlah video yang memperlihatkan kondisi terakhir stasiun televisi tersebut.
Salah satu video yang paling banyak mendapat perhatian dibagikan oleh akun Instagram @surabayaraya_info.
Dalam video tersebut, terlihat suasana studio Jawapos TV yang tampak lengang dan tidak lagi menjalankan aktivitas produksi seperti biasanya.
Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah peralatan siaran yang masih berada di tempatnya, termasuk kamera-kamera yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari proses produksi berbagai program televisi.
Namun kali ini, suasana yang terekam justru menunjukkan kondisi yang sunyi dan berbeda dari biasanya.
"Hari ini saya berkesempatan mengunjungi Jawapos TV untuk yang terakhir kalinya. Terlihat studio sepi, tidak ada produksi. Kamera seakan menjadi saksi bahwa di sini pernah menjadi tempat berkarya dan berekspresi," demikian bunyi narasi dalam video yang beredar di media sosial.
Narasi tersebut kemudian dilanjutkan dengan informasi mengenai penghentian operasional stasiun televisi tersebut.
"Jawapos TV harus menghentikan siarannya hari ini tanggal 30 Mei 2026. Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-19," lanjut narasi dalam video tersebut.
Baca Juga: Selain Anak Bupati, Kasus Narkoba di Riau Juga Rupanya Menjerat Seorang Selebgram Berhijab
Momen tersebut semakin mengundang perhatian publik karena bertepatan dengan hari jadi ke-19 Jawapos TV. Di penghujung video juga muncul tulisan yang bernuansa perpisahan.
"Rest in Power Jawapos TV 2007–2026," demikian tulisan yang ditampilkan pada akhir video.
Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut langsung viral dan mengundang berbagai reaksi dari warganet.
Banyak yang mengaku terkejut dengan kabar penghentian siaran Jawapos TV, mengingat stasiun televisi tersebut telah cukup lama hadir dan menjadi bagian dari industri media di Indonesia.
"Jawa Pos TV, Hard Rock Bandung, kira-kira ada lagi yang nyusul? Kok brand besar yang tutup?" tulis salah satu pengguna Instagram di kolom komentar.
Di sisi lain, beberapa warganet mencoba memberikan penjelasan bahwa penghentian siaran tersebut bukan berarti seluruh aktivitas Jawapos TV benar-benar berakhir.
Berita Terkait
-
Video Mensos Rela Menunggu Demi Bertemu Seskab Teddy Viral, Warganet Soroti Tata Birokrasi
-
Pernah Ditolak Paspampres Masuk Istana, Penampilan Nyentrik Inayah Wahid Saat Remaja Bikin Kaget
-
Lawan Maling dengan Gunting, Pria Penjaga Kambing Ini Malah Dijebloskan ke Penjara
-
Viral Oknum Hakim Terima Suap Rp1 M, Uangnya Dipakai Buat Main Judol dan Bisnis Umrah
-
Bupati Pandeglang Tuai Kontroversi Usai Lantik Tersangka Kasus Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam