- Membiasakan tidur hanya 4 jam sehari akibat kelelahan bekerja dapat memicu hipertensi dan pecahnya pembuluh darah di otak.
- Menahan sakit kepala berulang dengan obat pereda nyeri tanpa penanganan medis berisiko menyebabkan kematian mendadak akibat stroke hemoragik.
- Tubuh manusia memiliki batas kemampuan, sehingga tidur ideal 7–8 jam sehari merupakan kebutuhan mutlak yang tidak boleh ditawar.
Ketika tubuh tak mendapatkan waktu istirahat yang cukup, sistem saraf simpatis tetap aktif, memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin secara terus-menerus. Kondisi ini membuat pembuluh darah di otak menjadi tegang dan rapuh.
Jika tekanan ini terus berlanjut tanpa intervensi, pembuluh darah kecil di otak, terutama di area batang otak yang mengontrol fungsi vital seperti pernapasan dan detak jantung, bisa pecah. Inilah yang menyebabkan kematian mendadak.
Belajar dari tragedi Wang Yefei, kita diingatkan bahwa tubuh manusia bukanlah mesin.
Seberapa besar pun tuntutan pekerjaan, waktu istirahat 7-8 jam sehari adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
Jika sering mengalami sakit kepala yang berulang, segeralah berkonsultasi dengan tenaga medis profesional ketimbang cuma bergantung pada obat pereda nyeri.
Tag
Berita Terkait
-
Kematian Misterius Kauana Bilhar Influencer Brasil, Jatuh dari Lantai 27 di Dubai
-
OJK: Konsumen Bisa Tuntut Finfluencer Secara Hukum
-
Sertifikasi Influencer Kripto Jadi Upaya Membangun Ekosistem Aset Digital Lebih Sehat
-
Awkarin Kembalikan Uang Saku Hanania Travel, Polisi Himpun Rp110 Juta dari Para Influencer
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi
-
Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu
-
KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing
-
Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
-
Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang
-
Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?
-
Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga
-
Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra