Entertainment / Gosip
Selasa, 09 Juni 2026 | 14:30 WIB
Ridho Hafiedz alias Ridho Slank. [Revi C Rantung/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Gitaris Slank, Ridho Hafiedz, resmi memperoleh lisensi pilot pribadi setelah menyelesaikan pendidikan penerbangan selama tiga tahun terakhir.
  • Ridho berhasil mewujudkan impian masa mudanya dengan melakukan penerbangan mandiri melintasi berbagai rute wilayah Pulau Jawa.
  • Ridho menegaskan bahwa biaya operasional menerbangkan pesawat ternyata lebih terjangkau dibandingkan dengan pengeluaran rutin bermain golf.

Suara.com - Gitaris Slank, Mohammad Ridho Hafiedz berhasil mewujudkan cita-cita sebagai pilot. Meski bukan untuk pesawat komersil, ia tetap senang karena bisa membawa pesawat untuk diri sendiri dan sang istri.

Dulu, Ridho Slank sempat diterima di sekolah penerbangan Curug tepat setelah lulus dari bangku SMA. Namun, sang ayah tidak memberikan izin baginya untuk menempuh pendidikan kedirgantaraan.

"Bokap gak setuju akhirnya gua gak boleh," jelas Ridho singkat mengenai alasan kegagalannya menjadi pilot profesional di masa lalu.

Setelah berpuluh-puluh tahun berlalu, Ridho akhirnya mulai mencoba kembali belajar menerbangkan pesawat. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, ia resmi menyelesaikan sekolah pilotnya dengan hasil yang memuaskan.

"Sekolah pilot, dan akhir tahun lalu dapet private pilot license," tutur Ridho Slank ditemui di Gang Potlot pada Jumat, 5 Juni 2026.

Ridho Slank [Suara.com/Revi C Rantung]

Suami Ony Seroja Hafiedz ini pun menceritakan pengalamannya saat pertama kali menerbangkan penerbangan seorang diri. Rasa was-was jelas dialami, mengingat yang dikendarai adalah pesawat.

"Nggak bohong sih, gue deg-degan," akunya jujur mengenai momen bersejarah dalam hidupnya tersebut.

Ridho pun sudah mencoba beberapa rute penerbangan dengan jarak tempuh yang cukup jauh, salah satunya dari wilayah Bogor menuju pesisir selatan Jawa Barat.

Ia juga pernah menjajal rute ke arah Cirebon sebagai bagian dari pengalamannya mengasah kemampuan navigasi di udara.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Tembus Rp18 Ribu, Dokter Tirta Pilih Rayakan dengan Lari 18 Km

"Jarak tempuh yang paling jauh itu gua pernah Bogor ke Pangandaran. Bogor-Pangandaran, terus ke Cirebon juga pernah," paparnya mengenai rute yang telah ia lalui.

Ridho Slank [Suara.com/Revi C Rantung]

Menariknya, Ridho Slank mematahkan anggapan masyarakat bahwa hobi menerbangkan pesawat memerlukan biaya yang mahal.

Menurut perhitungannya, pengeluaran untuk membawa pesawat justru masih bisa bersaing dengan biaya bermain golf yang memiliki banyak komponen iuran.

"Setelah gua hitung-hitung... lebih mahal main golf daripada bawa pesawat. Main golf ada bayar caddie, beli bola, makannya, belum lagi mesti punya member," kata gitaris 52 tahun ini.

Sementara Ridho Slank, sejauh ini hanya membeli bensin untuk berangkat.

"Pertamax turbo sekali terbang, 60 liter, berapa tuh?" imbuhnya memberikan perbandingan.

Sementara untuk pesawat, Ridho meminjam dari teman, yang mana ia membayar iuran.

"Gue ikut club, jadi masih sewa pesawat. Iurannya ada, tapi nggak seperti main golf. (harga sewa pesawat) macam-macam, lebih mahal Alphard lah," katanya memberikan gambaran.

Load More