- Gus Miftah adalah pendakwah asal Lampung yang memimpin Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.
- Kekayaan Gus Miftah bersumber dari honor ceramah, konten YouTube, bisnis parfum, hingga peran sebagai brand ambassador.
- Meskipun sempat menjabat Utusan Khusus Presiden, total kekayaan resminya belum dilaporkan melalui LHKPN kepada pihak KPK.
Suara.com - Miftah Maulana Habiburrahman, atau yang kerap disapa Gus Miftah, merupakan salah satu pendakwah populer di Indonesia. Ia lahir pada 5 Agustus 1981 di Lampung Timur, dan sekarang memimpin Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta.
Nama Gus Miftah melejit karena gaya dakwahnya yang blak-blakan dan sering menyasar kaum marjinal, termasuk pekerja dunia malam. Tak heran, banyak yang turut bertanya-tanya, berapa harta kekayaan Gus Miftah?
Faktanya, hingga saat ini, tidak ada angka pasti mengenai total harta kekayaan Gus Miftah.
Sosoknya sendiri sempat menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Namun, ia belum melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK sebelum mengundurkan diri.
Meski demikian, harta kekayaan Gus Miftah bisa dilihat dari beberapa pundi-pundi penghasilannya.
Sumber Kekayaan Gus Miftah
1. Pondok Pesantren Ora Aji
Sebagai pimpinan pesantren, Gus Miftah mendapatkan dukungan dari jamaah dan donatur. Pesantren bukan hanya pusat pendidikan, tetapi juga menjadi basis kegiatan dakwah yang mendatangkan infak dan sedekah secara rutin.
Meski tidak ada rincian keuangan publik, kepemilikan pesantren ini menjadi salah satu aset utama yang mendukung aktivitasnya.
2. Bisnis Parfum D'Goes
Baca Juga: Gus Miftah: Pesantren Harus Jadi Benteng Lawan Bullying dan Kecanduan Gadget
Gus Miftah terlibat dalam bisnis parfum dengan merek D'Goes. Produk ini cukup populer di kalangan penggemarnya dan menjadi salah satu diversifikasi usaha di luar dakwah. Bisnis ini turut menyumbang pendapatan tetap.
3. Ceramah dan Undangan
Sebagai pendakwah papan atas, tarif ceramah Gus Miftah menjadi sorotan. Beredar informasi bahwa ia pernah menolak honor Rp75 juta untuk durasi 1,5 jam karena dianggap kurang. Tarif tersebut belum termasuk akomodasi, transportasi, dan kebutuhan rombongan.
Meski ia sendiri menyatakan tidak mematok tarif tetap, popularitasnya membuat permintaan undangan sangat tinggi. Beberapa laporan menyebut penghasilan dari ceramah bisa mencapai angka fantastis per bulan.
4. YouTube dan Konten Digital
Kanal YouTube resmi "Gus Miftah Official" memiliki lebih dari 1 juta subscriber. Menurut estimasi SocialBlade, pendapatan bulanan dari platform ini berkisar antara Rp5 juta hingga Rp85 juta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Medco E&P Perkuat Ekonomi Warga Muba Lewat Budidaya Lele Berkelanjutan
-
Prabowo Didesak Evaluasi KDKMP, Dinilai Menyimpang dari Semangat Koperasi
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Perkuat Sinergi, Buka Jalan Pendidikan bagi Putra-Putri Daerah
-
AHY dan Merry Riana Hadir Bersama Sahabat Ojol, Nobar Piala Dunia 2026
-
PTBA Dukung Pengungkapan Tambang Batubara Ilegal di Muara Enim, 11 Tersangka Ditangkap
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi Gubernur Jambi dan Bupati Tebo
-
Ahli Ekonomi UGM di Sidang PTUN: ART Indonesia-AS Bukan Sekadar Soal Tarif
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto