- SIRENA hadir sebagai drama musikal keluarga yang mengangkat kisah putri duyung dan pencarian jati diri.
- Pertunjukan ini memadukan musik, koreografi, dan multimedia untuk menghadirkan dunia bawah laut yang imersif.
- Dibintangi Rara Sudirman, Widi Mulia, Agus Wisman, hingga talenta muda, SIRENA digelar 9–10 Oktober 2026 di Balai Sarbini, Jakarta.
Suara.com - Shinera Entertainment secara resmi mengumumkan kehadiran SIRENA: Air Mata dari Lautan, sebuah pertunjukan drama musikal berskala besar yang dijadwalkan berlangsung di Balai Sarbini, Jakarta pada 9 – 10 Oktober 2026.
Mengangkat narasi tentang identitas, keluarga, dan hubungan antara manusia dengan alam, SIRENA menjanjikan pengalaman teater yang bukan cuma menghibur, tetapi juga menyentuh relung hati penonton dari berbagai generasi, khususnya bagi audiens dewasa muda dan keluarga.
Pertunjukan ini merupakan hasil tangan dingin sutradara Djaelani M., yang dikenal dengan pendekatannya yang detail dalam menghidupkan karakter di atas panggung.
Djaelani dalam keterangan pers yang diterima Suara.com, Sabtu (15/8), mengungkapkan bahwa pementasan ini menerapkan metodologi teater khusus yang mampu menjembatani imajinasi anak-anak dengan kedalaman rasa orang dewasa.
"Men-direct drama musikal ini memberikan kepuasan tersendiri. Kami menggabungkan elemen musik, koreografi yang dinamis, hingga tata artistik multimedia untuk menciptakan dunia bawah laut yang imersif. Rasanya akan sangat berbeda dan menyegarkan bagi penonton Indonesia," ujar Djaelani M.
Senada dengan sang sutradara, Kak Loly selaku pencetus ide sekaligus penulis naskah, menekankan bahwa SIRENA bukan sekadar dongeng biasa.
"Melalui SIRENA, kami ingin membuka cakrawala berpikir tentang keberanian dan penerimaan diri. Ini adalah pesan cinta untuk keluarga dan alam, agar setiap individu berani bermimpi besar sesuai panggilan hatinya," ujarnya.
Sinopsis: Perjalanan Haru Putri Duyung di Dunia Manusia
Kisah SIRENA berpusat pada sosok gadis istimewa yang memiliki kemampuan hidup di dua dunia, yaitu laut dan daratan. Di tengah kemelut perang hebat yang menghancurkan kerajaan bawah laut Atargatis, Sirena kecil terdampar di pesisir pantai pasir putih di tengah kota manusia.
Kehilangan orangtua dan tanah airnya, Sirena ditemukan oleh sepasang suami istri dokter yang sedang berlibur. Keajaiban terjadi saat ia siuman, seperti siripnya menghilang, berganti dengan sepasang kaki layaknya manusia normal.
Dalam kebingungan dan trauma, ia diadopsi dan diajarkan cara hidup layaknya manusia berbicara, berjalan, hingga tata krama masyarakat daratan.
Namun, Sirena menyimpan rahasia besar yang luar biasa sekaligus berbahaya. Setiap butiran air mata yang ia teteskan karena kerinduan akan orang tuanya akan berubah menjadi mutiara yang sangat indah.
Kehidupan Sirena mulai terancam ketika rahasia air mata mutiaranya terendus oleh pihak yang berniat jahat. Ia diculik dan disiksa demi keuntungan materi.
Di tengah penderitaan tersebut, muncul Anthony, sahabat sekaligus pemuda yang mencintainya, yang berusaha keras membebaskan Sirena.
Namun, waktu Sirena di daratan hampir habis. Sebagai putri duyung, jantungnya memiliki batas waktu. Akankah cinta Anthony mampu membawanya kembali, ataukah Sirena harus selamanya kembali ke pelukan samudra?