Pangeran Harry Boyong Keluarga Kembali Tinggal Permanen di Inggris

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:41 WIB
Potret Terbaru Meghan Markel dan Pangeran Harry (Instagram Misan Harriman)
  • Pangeran Harry dan Meghan Markle resmi pindah menetap dari Amerika Serikat ke Inggris.

  • Pasangan Sussex menetap di rumah pribadi luar London dan anak-anak mulai bersekolah September.

  • Raja Charles menyambut baik kepindahan ini meskipun status kerajaan Harry tidak mengalami perubahan.

Suara.com - Pangeran Harry dan Meghan Markle memutuskan untuk memboyong keluarganya keluar dari Amerika Serikat dan menetap kembali di Inggris mulai akhir bulan ini. Kepindahan ini menandai babak baru kehidupan keluarga Sussex tanpa kembali menjalani peran sebagai anggota aktif Kerajaan Inggris.

Anak-anak mereka, Pangeran Archie yang berusia tujuh tahun dan Princess Lilibet yang berusia lima tahun, telah terdaftar untuk mulai bersekolah di Inggris pada September mendatang. Keduanya bakal tinggal di hunian pribadi non-kerajaan yang berlokasi di luar area London.

Raja Charles III baru menerima kabar kepindahan ini pada hari Minggu lalu, tanpa ada pembahasan mengenai pemulihan status kerajaan bagi Harry maupun Meghan. Keputusan sepihak ini mengejutkan publik karena menandai kepulangan permanen pertama mereka sejak menetap di California pada Maret 2020.

Potret Meghan Markle (Netflix)

Meskipun informasi ini mendadak, Raja Charles III menyambut hangat kesempatan untuk lebih sering bertemu dengan cucu-cucunya secara pribadi. Pertemuan langsung terakhir mereka terjadi pada Juli lalu di Highgrove, yang menjadi momen pertama Sang Raja melihat Archie dan Lilibet dalam empat tahun terakhir.

Pangeran William dan Princess of Wales juga telah menerima pemberitahuan mengenai rencana kepulangan adiknya tersebut. Kendati demikian, status resmi pasangan Sussex tidak mengalami perubahan dan akan tetap berjalan sebagai warga sipil biasa.

Isu keamanan keluarga sempat menjadi kendala utama dan pemicu ketegangan selama proses kepindahan ini berproses. Pangeran Harry sebelumnya sempat kalah dalam gugatan hukum terkait penurunan tingkat pengawalan polisi Inggris untuk keluarganya.

Mengenai kekhawatiran ini, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Inggris menegaskan bahwa keputusan pengamanan diambil oleh Komite Eksekutif Perlindungan Kerajaan dan Tokoh Publik (Ravec). Pihak pemerintah menyatakan bahwa sistem keamanan protektif di Inggris sudah dirancang secara rigit dan proporsional.

Di sisi lain, kepulangan Pangeran Harry memberikan dampak positif besar bagi persiapan ajang Invictus Games yang akan berlangsung di Birmingham tahun depan. Pihak yayasan menyambut gembira kehadiran sang pangeran secara langsung di tanah airnya untuk memimpin ajang olahraga difabel militer tersebut.

David Wiseman, Direktur Program dan Strategi di Invictus Games Foundation, mengonfirmasi kabar baik ini kepada BBC.

"Saya akan sangat senang melihatnya kembali di negara ini. Pindah rumah tentu membuat siapa pun stres, jadi saya berharap semuanya berjalan lancar dan anak-anak dapat beradaptasi dengan baik di sekolah," ujar Wiseman.

Wiseman juga menambahkan kepada BBC Breakfast bahwa keputusan ini mengejutkan banyak pihak, namun yayasan akan mendapat manfaat besar dari kehadiran Pangeran Harry di Inggris.

Hubungan antara pasangan Sussex dan keluarga kerajaan mengalami keretakan sejak mereka mengundurkan diri dari tugas resmi pada awal 2020. Pasangan ini tidak pernah berada di Inggris bersama-sama lagi sejak menghadiri pemakaman Ratu Elizabeth II pada tahun 2022.

Kunjungan singkat pada Juli lalu ke kediaman pribadi Raja Charles III di Gloucestershire sempat digambarkan pihak Istana sebagai acara keluarga yang tertutup. Kedatangan tersebut sempat terancam batal akibat penolakan permohonan perlindungan kepolisian bagi rombongan Pangeran Harry.

Selain masalah keamanan, kepulangan Pangeran Harry juga berbarengan dengan dinamika kasus hukumnya melawan pers Inggris. Pangeran Harry terlibat dalam gugatan privasi melawan Associated Newspapers, penerbit Daily Mail dan Mail on Sunday, atas dugaan pengumpulan informasi ilegal.

Dalam kesaksiannya di pengadilan pada Januari lalu, sang pangeran mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap tekanan media massa.

"Mereka telah membuat hidup istri saya benar-benar menderita," ungkap Pangeran Harry saat memberikan keterangan di persidangan.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com