-
Rombongan umrah Raffi Ahmad batal ke Taif akibat peringatan ancaman serangan udara.
-
Sinyal darurat menyala di ponsel jamaah dan meminta publik segera berlindung di ruangan.
-
Arab Saudi memperketat keamanan akibat meningkatnya eskalasi serangan militer Houthi asal Yaman.
Suara.com - Rombongan umrah selebritas Raffi Ahmad dan Irfan Hakim mendadak panik saat menerima notifikasi darurat ancaman serangan udara di wilayah Arab Saudi. Situasi mencekam tersebut terjadi ketika bus yang mereka tumpangi sedang bergerak menuju Kota Taif.
Peringatan bahaya militer yang muncul tiba-tiba di ponsel para jamaah memicu suasana haru dan memaksa rombongan memutar balik arah kendaraan. Informasi peristiwa tersebut pertama kali dibagikan oleh selebgram Meisita Lomania melalui akun media sosial pribadinya.
"Di perjalanan ibadah kali ini, kami berusaha semakin berserah diri kepada Allah. Saat di bus bersama @irfanhakim75 @raffinagita1717 rombongan FYP, tiba-tiba muncul peringatan ancaman serangan udara," tulis Meisita.
Para jamaah tampak saling berkerumun di dalam bus sambil mengamati layar ponsel yang menampilkan pesan bahaya dari otoritas setempat. Notifikasi tersebut meminta seluruh orang di kawasan terdampak untuk segera berlindung dan menjauhi area terbuka.
Layar ponsel para jamaah memuat instruksi resmi.
"wilayah ini berada dalam ancaman serangan udara dari pihak musuh. Harap tetap tenang, berlindung di dalam ruangan atau tempat yang aman dan jauh dari jendela serta pintu, dan ikuti instruksi dari Pertahanan Sipil".
Kepanikan hebat melanda isi bus hingga membuat para anggota rombongan langsung menghubungi pihak keluarga di Indonesia. Keputusan cepat diambil untuk menghentikan perjalanan demi keselamatan jiwa seluruh jamaah.
"Kami hanya bisa terus berikhtiar, berdoa, dan berserah diri kepada Allah. Ya Allah, jaga setiap langkah umatmu, tenangkan hati kami, dan lindungi semua umatmu. Semoga tidak terjadi serangan dan tak ada siapa pun yang terluka," tuturnya.
Perjalanan ibadah menuju Taif akhirnya resmi dibatalkan setelah diketahui kawasan tersebut masuk dalam zona merah potensi gempuran udara. Rombongan memilih kembali ke area yang lebih aman guna menghindari risiko keamanan yang tak terduga.
"Limpahkan rahmat dan keberkahan-Mu, izinkan kami semua kembali kepada keluarga dengan selamat. Teman-teman, saling mendoakan ya. Aamiin," kata Meisita.
Otoritas Pertahanan Sipil Arab Saudi sebelumnya memang menerbitkan sinyal siaga bahaya untuk empat daerah di kawasan barat, termasuk wilayah Makkah. Meski demikian, pembatalan status siaga dilakukan beberapa saat kemudian tanpa penjelasan mendalam mengenai pemicunya.
Sinyal bahaya udara tersebut mencakup kawasan strategis seperti Kota Pesisir Jeddah, wilayah pegunungan Taif, hingga pusat industri minyak Yanbu. Pemerintah setempat memperketat pengawasan keamanan di titik-titik vital tersebut.
Pemerintah Arab Saudi juga menegaskan larangan keras bagi publik untuk merekam maupun menyebarkan visual operasi pertahanan udara terhadap drone dan rudal. Pelanggar aturan penyiapan informasi militer tersebut terancam sanksi hukum berat.