Koalisi Arab Saudi Hancurkan Peluncur Rudal Houthi usai Serangan Riyadh

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:05 WIB
Ekspansi Houthi di Laut Merah memaksa negara Teluk mempertimbangkan diplomasi langsung dengan Iran demi stabilitas ekonomi. (Media Houthi)
BACA 10 DETIK
  • Koalisi Arab Saudi hancurkan dua peluncur rudal Houthi di Sanaa.

  • Tentara Yaman lumpuhkan 218 petempur Houthi lewat operasi besar-besaran.

  • Konflik Yaman terus berkobar sejak perebutan kekuasaan pada tahun 2014.

Suara.com - Koalisi pimpinan Arab Saudi menggempur ibu kota Sanaa pada Senin dini hari untuk menghancurkan dua peluncur rudal balistik milik kelompok Houthi.

Langkah militer ini diambil setelah salah satu peluncur tersebut terdeteksi melancarkan serangan langsung ke wilayah Riyadh dalam beberapa jam terakhir.

Turki al-Maliki selaku juru bicara koalisi menegaskan bahwa pihaknya konsisten memburu dan membongkar jaringan rudal balistik Houthi lewat platform X.

Dikutip dari Anadolu, operasi pembersihan besar-besaran ini juga diperkuat oleh tentara Yaman yang sukses melumpuhkan 218 petempur serta komandan lapangan kelompok tersebut.

Ratusan target itu dihantam melalui 753 operasi militer intensif dalam kurun waktu 24 jam terakhir di berbagai titik pertempuran.

Selain personel, gempuran tersebut turut menghancurkan atau merusak 78 kendaraan militer serta berbagai persenjataan logistik penting milik pemberontak.

Operasi bertajuk Fajar Yaman ini secara khusus menyasar pusat komando garis depan, benteng pertahanan, hingga posisi penembakan musuh.

Gerakan bala bantuan Houthi menuju garis depan berhasil dihambat total guna mendukung operasi penyergapan serta serangan darat pasukan pemerintah.

Militer Yaman memilih untuk tidak merinci jumlah korban tewas maupun luka-luka dari total 218 petempur yang berhasil dilumpuhkan tersebut.

Hingga saat ini, pihak kelompok Houthi masih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi terkait eskalasi serangan terbaru ini.

Krisis berkepanjangan di Yaman bermula sejak Houthi merebut kendali atas Sanaa dan sejumlah provinsi penting pada tahun 2014 silam.

Situasi tersebut memaksa koalisi pimpinan Arab Saudi turun tangan melakukan intervensi militer pada 2015 demi menyelamatkan pemerintahan yang sah.

Kelompok Houthi hingga kini mendominasi sebagian besar wilayah utara dan barat, termasuk ibu kota Sanaa yang menjadi pusat kekuasaan mereka.

Sementara itu, kubu pemerintah Yaman yang diakui internasional bersama pasukan sekutunya bertahan menguasai Aden serta kawasan selatan dan timur.

Dinamika medan perang terus bergejolak dan mengubah garis depan secara drastis, khususnya di sepanjang pesisir strategis Laut Merah.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com