Foto / News
Minggu, 14 Juni 2015 | 16:30 WIB
Aksi menentang eksploitasi anak di bawah umur sebagai pekerja di CFD, Jakarta, (14/6). (Suara.com/Oke Atmaja)
Aksi menentang eksploitasi anak di bawah umur sebagai pekerja di CFD, Jakarta, (14/6). (Suara.com/Oke Atmaja)
Aksi menentang eksploitasi anak di bawah umur sebagai pekerja di CFD, Jakarta, (14/6). (Suara.com/Oke Atmaja)
Aksi menentang eksploitasi anak di bawah umur sebagai pekerja di CFD, Jakarta, (14/6). (Suara.com/Oke Atmaja)
Aksi menentang eksploitasi anak di bawah umur sebagai pekerja di CFD, Jakarta, (14/6). (Suara.com/Oke Atmaja)
Aksi menentang eksploitasi anak di bawah umur sebagai pekerja di CFD, Jakarta, (14/6). (Suara.com/Oke Atmaja)
Aksi menentang eksploitasi anak di bawah umur sebagai pekerja di CFD, Jakarta, (14/6). (Suara.com/Oke Atmaja)

Suara.com - Jaringan Lembaga Swadaya Masyarakat Penanggulangan Pekerja Anak (JARAK) menggelar aksi di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (14/6). Dalam aksinya, mereka mendesak pemerintah agar berkomitmen menegakkan wajib belajar 12 tahun kepada seluruh anak Indonesia. Selain itu, mereka juga menuntut agar usia minimum untuk terjun ke dunia kerja diubah dari 15 tahun menjadi 18 tahun, serta memastikan para pekerja anak punya akses luas terhadap layanan pendidikan, jaminan sosial, perlindungan sosial, dan keterampilan demi pekerjaan yang lebih layak. [Suara.com/Oke Atmaja]

Load More