Oke Atmaja | Angga Budiyanto
Kamis, 02 Juli 2020 | 13:00 WIB
Sejumlah barang bukti narkoba ditunjukkan ketika akan dimusnahkan di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/7). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah tersangka dihadirkan saat pemusnahan barang bukti hasil penangkapan jaringan narkoba internasional Iran –Timur Tengah di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/7). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah barang bukti narkoba ditunjukkan ketika akan dimusnahkan di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/7). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah tersangka dihadirkan saat pemusnahan barang bukti hasil penangkapan jaringan narkoba internasional Iran –Timur Tengah di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/7). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis (kiri) didampingi Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (kanan) memusnahkan barang bukti narkoba saat pemusnahan barang bukti hasil penangkapan jaringan narkoba internasional Iran –Timur Tengah di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/7). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis bersiap memusnahkan barang bukti narkoba saat pemusnahan barang bukti hasil penangkapan jaringan narkoba internasional Iran –Timur Tengah di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/7). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Petugas merapikan sejumlah barang bukti narkoba yang akan dimusnahkan di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/7). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Sejumlah tersangka dihadirkan saat pemusnahan barang bukti hasil penangkapan jaringan narkoba internasional Iran –Timur Tengah di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/7). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Sejumlah barang bukti narkoba ditunjukkan ketika akan dimusnahkan di Lapangan Promoter Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (2/7). Satuan Tugas Khusus Polri memusnahkan barang bukti narkoba berupa shabu sebanyak 1,2 ton, ekstasi sebanyak 35.000 butir, dan ganja 410 kilogram dari 25 orang tersangka terdiri dari enam orang warga negara asing (WNA) dan 19 orang WNI dalam kurun waktu Mei hingga Juni 2020. [Suara.com/Angga Budhiyanto]