Suara.com - Aktor Slamet Rahardjo saat jumpa pers Film Cinta Pertama, Kedua dan Ketiga di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (28/12/2021). Aktor senior Slamet Rahardjo menyadari arti sebuah keluarga karena pandemi Covid-19.
Bekerja dari pagi hingga malam, Slamet Rahardjo semula merasa bahwa rumah hanya seperti tempat kemah untuk melepas penat setelah sibuk bekerja.
Namun, datangnya pandemi telah mengubah pemikirannya terkait arti sebuah keluarga yang belum disadarinya selama ini.
"Saat pandemi saya baru sadar bahwa rumah bukan kemah, rumah adalah sawah yang tanahnya subur karena di dalamnya ada orang yang saya cintai yaitu istri saya, ada yang saya hormati yaitu orangtua saya dan bagaimana anak saya ke depannya," ujar Slamet Rahardjo.
Slamet Rahardjo mengatakan, setiap keluarga perlu adanya cinta sebagai penyejuk suasana tiap kali adanya permasalahan, dan cinta itu dapat ditemukan dalam film terbarunya, Cinta Pertama, Kedua & Ketiga. [Suara.com/Alfian Winanto]
Berita Terkait
-
Review Perfect Family: Keluarga Sempurna yang Ternyata Menyimpan Rahasia
-
Mengenang Keigo Higashino, 5 Film Adapatasi Ini Suguhkan Premis Unik
-
Raup Rp19,6 T, The Odyssey Jadi Film Nolan Terlaris Sepanjang Karier
-
Kecewa dengan 'The Last House'? Ini 6 Film Thriller Survival yang Jauh Lebih Mencekam!
-
Syarat Dokumen Wajib untuk Kredit Mobil Bekas: Segini Cicilan Syariah Avanza 2019
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi