Foto / News
Jum'at, 08 Agustus 2025 | 10:00 WIB
Pekerja menormalisasi sedimen danau Ranu Pani yang telah menyusut menjadi 3,4 hektare dari sebelumnya 5,9 hektare di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Kamis (7/8/2025). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]
Petugas membersihkan danau Ranu Pani dari tumbuhan paku air (Azzola pinnata) yang telah menyusut menjadi 3,4 hektare dari sebelumnya 5,9 hektare di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Kamis (7/8/2025). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]
Foto udara kondisi danau Ranu Pani menyusut menjadi 3,4 hektare dari sebelumnya 5,9 hektare di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Kamis (7/8/2025). [ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]

Suara.com - Pekerja menormalisasi sedimen danau Ranu Pani yang telah menyusut menjadi 3,4 hektare dari sebelumnya 5,9 hektare di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (7/8/2025).

Balai Besar TNBTS melakukan pengerukan lumpur, pembuatan sedimen trap dan pemulihan vegetasi riparian sebagai bagian dari upaya pemulihan ekosistem danau di wilayah tersebut karena mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dari erosi lahan pertanian.

Pengerukan lumpur dan pembuatan sedimen trap dilakukan untuk mengurangi jumlah sedimen yang masuk ke danau dan meningkatkan kapasitas tampung danau. Sementara itu, pemulihan vegetasi riparian bertujuan untuk mengurangi erosi tanah dan meningkatkan kualitas air danau

Dengan upaya ini, diharapkan ekosistem danau dapat pulih dan fungsi danau sebagai habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna dapat terjaga.[ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr]

Load More