Foto / News
Senin, 13 April 2026 | 19:23 WIB
Sejumlah murid menunggu giliran untuk memasuki ruang kelas di SDN Bunisari, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/wsj]
Dua orang murid berjalan di dekat pagar yang dipasang oleh pihak ahli waris di SDN Bunisari, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/wsj]
Sejumlah murid berjalan di dekat pagar yang dipasang oleh pihak ahli waris di SDN Bunisari, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/wsj]
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat Asep Dendih (kanan) meninjau ruang kelas yang terdampak pemagaran oleh pihak ahli waris di SDN Bunisari, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (13/4/2026). [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/wsj]

Suara.com - Sejumlah murid menunggu giliran untuk memasuki ruang kelas di SDN Bunisari, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Senin (13/4/2026).

Penutupan akses pada bangunan belakang sekolah oleh pihak ahli waris lahan tersebut menyebabkan delapan ruang kelas, satu ruang guru, dan satu perpustakaan tidak dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

Selain itu, permasalahan ini juga menimbulkan keresahan di lingkungan sekolah sehingga pihak sekolah menerapkan sistem kelas bergantian bagi seluruh murid guna proses pembelajaran tetap berjalan. [ANTARA FOTO/Abdan Syakura/wsj]

Load More