Foto / News
Jum'at, 10 Juli 2026 | 19:04 WIB
Presiden Prabowo Subianto (tengah) memberi sambutan saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/bar]
Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal (tengah) menyapa warga usai meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/bar]
Presiden Prabowo Subianto (tengah) menyapa warga usai meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/bar]
Presiden Prabowo Subianto memberi sambutan saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/bar]
Presiden Prabowo Subianto (tengah) bersama dua orang warga menekan tombol sirine disaksikan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kanan), Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan), Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo (kiri) dan Menteri Koordinataor Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kedua kiri) saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/bar]

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto (tengah) memberi sambutan saat meresmikan Bendungan Meninting di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026).

Peresmian Bendungan Meninting menandai beroperasinya salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) di NTB. Bendungan senilai sekitar Rp1,4 triliun ini dibangun untuk memperkuat ketahanan pangan, penyediaan air baku, dan pengendalian banjir di Pulau Lombok.

Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung sekitar 12 juta meter kubik dan mampu mengairi lahan irigasi seluas 1.559 hektare. Infrastruktur ini juga memasok air baku 150 liter per detik serta berpotensi mendukung pembangkit listrik ramah lingkungan.

Selain menopang sektor pertanian, bendungan tersebut diproyeksikan menjadi destinasi wisata baru di Lombok Barat. Pemerintah berharap keberadaannya dapat menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui produktivitas pertanian yang lebih tinggi. [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/bar]

Load More