Foto / News
Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:00 WIB
Petani menyemprotkan cairan pestisida di salah satu lahan sawah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026). [ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/bar]
Foto udara suasana area persawahan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026). [ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/bar]
Foto udara suasana area persawahan di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026). [ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/bar]

Suara.com - Petani menyemprotkan cairan pestisida di salah satu lahan sawah di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Kamis (2/7/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat potensi luas panen padi selama Juni-Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare.

Potensi tersebut meningkat 1,38 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang seluas 2,84 juta hektare. Sejalan dengan itu, potensi produksi padi juga diproyeksikan naik menjadi 14,61 juta ton GKG.

BPS memperkirakan produksi padi nasional sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 43,89 juta ton GKG atau naik 0,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara luas panen kumulatif diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare atau meningkat 0,43 persen.

Produksi beras untuk konsumsi pangan pada Juni-Agustus 2026 diperkirakan mencapai 8,42 juta ton, meningkat 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut diharapkan menjaga ketersediaan pasokan beras nasional. [ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/bar]

Load More