Foto / News
Senin, 13 Juli 2026 | 17:28 WIB
Seorang guru mengajar satu siswa baru saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Cepokosawit II, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (13/7/2026). [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/tom]
Seorang guru mengajar satu siswa baru saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Cepokosawit II, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (13/7/2026). [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/tom]
Seorang guru mengajar satu siswa baru saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Cepokosawit II, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (13/7/2026). [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/tom]

Suara.com - Seorang guru mengajar satu siswa baru saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Negeri Cepokosawit II, Boyolali, Jawa Tengah, Senin (13/7/2026). Sekolah tersebut hanya menerima satu siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali berencana mengkaji penggabungan sejumlah sekolah yang kekurangan murid guna menjaga kualitas layanan dan akses pendidikan anak.

Disdikbud Boyolali mencatat Kecamatan Sawit menjadi wilayah dengan jumlah murid baru paling sedikit pada penerimaan tahun ajaran 2026/2027 sehingga sejumlah sekolah mengalami kondisi serupa.

Meski jumlah murid menurun di beberapa sekolah, Disdikbud memastikan seluruh anak tetap memperoleh hak layanan pendidikan. Kajian penggabungan sekolah akan mempertimbangkan pemerataan akses, efektivitas pembelajaran, serta kondisi wilayah sebelum kebijakan diterapkan. [ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/tom]

Load More