- Sebanyak 28.478 siswa baru Sekolah Rakyat mendapatkan pembekalan literasi digital dalam MPLS yang dimulai 14 Juli 2026.
- Kementerian Sosial membatasi ketat penggunaan gawai siswa dan menggantinya dengan laptop untuk mendukung efektivitas proses belajar mengajar.
- Taruna TNI dan Polri memberikan pendampingan selama lima hari guna membentuk karakter serta kedisiplinan siswa berbasis asrama.
Suara.com - Sebanyak 28.478 siswa baru Sekolah Rakyat akan mendapatkan pembekalan khusus mengenai pemanfaatan teknologi digital dan etika bermedia sosial selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Langkah ini dilakukan agar siswa memahami penggunaan teknologi untuk mendukung proses belajar, bukan untuk aktivitas yang tidak produktif.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan pembekalan tersebut menjadi bagian dari MPLS Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 yang mulai digelar pada 14 Juli 2026.
"Anak-anak mulai SD pun sudah dibiasakan bagaimana memanfaatkan teknologi untuk proses pembelajaran bukan untuk hal-hal yang tidak semestinya," kata Saifullah Yusuf di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, pembekalan literasi digital diberikan sejak awal agar para siswa memiliki kemampuan memilah informasi yang bermanfaat melalui sistem learning management system (LMS).
Gus Ipul menegaskan penggunaan gawai bagi siswa Sekolah Rakyat juga dibatasi secara ketat. Bahkan, telepon genggam tidak diperbolehkan digunakan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Sebagai gantinya, siswa akan menggunakan laptop atau komputer dengan pendampingan guru.
"Mereka mulai dibimbing bagaimana memanfaatkan teknologi dengan baik, bagaimana memilih dan memilah informasi dengan baik, sehingga terbangun kesadaran sejak dini, bukan justru sebaliknya untuk hal-hal yang tidak produktif," ujarnya.
Kementerian Sosial mencatat, sebanyak 28.478 siswa dari keluarga prasejahtera telah diterima di Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut terdiri dari lebih dari 6.000 siswa SD yang terbagi dalam 210 rombongan belajar, 11.186 siswa SMP dalam 373 rombongan belajar, serta 11.077 siswa SMA yang tersebar di 369 rombongan belajar.
MPLS nasional Sekolah Rakyat akan berlangsung selama tiga bulan dalam empat gelombang yang dimulai pada 14 Juli 2026.
Selain pembekalan literasi digital, Kemensos juga menjadwalkan pendampingan selama lima hari oleh taruna TNI dan Polri untuk membentuk karakter serta kedisiplinan siswa yang akan menjalani pendidikan berbasis asrama.
Baca Juga: Ancaman Bom Warnai Hari Pertama MPLS, Pemprov DKI Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi
"Mulai bangun tidur sampai tidur lagi itu ada jadwal yang telah diatur sedemikian rupa. Kita harapkan nanti anak-anak ini bisa belajar bagaimana menata barang-barang pribadi, perlengkapan sekolah, dan juga mengikuti jadwal-jadwal yang ada, dan bisa mengikuti proses pembelajaran secara tertib dan rapi dari bangun tidur sampai tidur kembali," kata Gus Ipul.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
Terkini
-
Kejagung Bantah Febrie Umrah: Nggak Bener, Dia Sudah Dicekal dan Tak Dijaga TNI Lagi!
-
KPK Dalami Alasan Bupati Kuansing Beri Amplop ke Menhut Raja Juli
-
Pakar UGM Ingatkan Mutasi ASN Tak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Menteri
-
FBI Turun Tangan! Dolar dan Emas 74 Kg Bukti Korupsi Eks Jampidsus Febrie Dicek Keasliannya
-
Ada Pihak Coba Adu Domba? Kapolri di Mabes TNI: Silakan Langsung Berkomunikasi, Kami Terbuka!
-
Perancang Masjid Istiqlal hingga Monas Friedrich Silaban Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
-
Macet 850 Meter! Pembetonan Jalan Kebon Sirih 'Caplok' Dua Lajur Hingga September
-
Detik-detik Mahasiswa Hadang Mobil Berpelat Dinas Kejaksaan, Tuntut Transparansi Kasus Eks Jampidsus
-
Jangan Pilih Kasih! Kejagung Didesak Segera Tahan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Derita Berlipat Ibu Korban Little Aresha: Berjuang Sembuhkan Trauma Anak Sekaligus Diri Sendiri