Fresh.suara.com - Nikita Mirzani kembali muncul di media sosial untuk mengkritik lambatnya pemrosesan kasus dugaan penyekapan yang diduga melibatkan Nindy Ayunda. Netizen pun memberikan komentar yang beragam.
“Saya tidak perduli dgn masalah hukum yang ada Di Polres jaksel. Yang saya tau pelapor nya ada. Korban nya juga ada. Saksi nya pun ada,” tulis Nikita Mirzani dalam caption unggahan terbarunya.
Bersama caption tersebut, Nikita mengunggah tangkapan layar sebuah judul berita online. Judul beritanya berisi informasi bahwa polisi masih mencari keberadaan Nindy Ayunda setelah dirinya mangkir panggilan polisi.
Nikita Mirzani menegaskan, dirinya hanyalah warga biasa, tidak mungkin bisa mempengaruhi polisi untuk mengusut kasus tertentu. Menurutnya, polisi pastinya akan bertindak sesuai hukum dan prosedur standar, bukan karena desakan publik maupun dirinya.
“Kapan kek di proses bukan wewenang saya, emang saya siapa bisa atur-atur polisi, Polres jaksel pasti menjalankan sesuai SOP bukan karena desakan publik atau krn mulut saya,” lanjutnya.
Bagi Nikita Mirzani, kasus yang menjerat Nindy Ayunda tergolong kasus yang lebih serius ketimbang kasus pelanggaran UU ITE yang sedang ia jalani.
“Ingat sekali perbuatannya ada, Korbannya juga ada. Kasus ini lebih dari sekedar UUITE. Kasus yang sebagai terlapornya Nindy adalah Kasus pemukulan dan penyekapan sekaligus merampas kemerdekaan seseorang..Cepat atau lambat pasti akan diadili,” ujar Nikita Mirzani.
Berita Terkait
-
Berkoar Usai Bebas, Nikita Mirzani Posting Pesan Ini ke Dito Mahendra dan Nindy Ayunda
-
5 Fakta Pembebasan Nikita Mirzani, Sahabat: Don't Mess with Her!
-
Mengejutkan, Alasan Dito Mahendra Tak Pernah Muncul di Depan Publik dalam Kasus Nikita Mirzani
-
Dituduh Rusak Reputasi Bisnis Dito Mahendra, Nikita Mirzani Diancam Hukuman 12 Tahun Penjara
-
Fitri Sahulteru Ungkap Kelakuan Nikita Mirzani di Kantor Polisi Semalam
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
Sisi Gelap Sirkus Media di Serial Dokumenter Michael Jackson: The Verdict
-
70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030
-
Kita Bikin Romantis! Ucapan Antonela untuk Messi di Usia 39: Kami Punya Segalanya Karena Kamu
-
Mengapa Dodi Reza Dipanggil Kejati? Fakta Baru Kasus Sungai Lalan Mulai Terungkap
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global