- Nilai tukar rupiah melemah ke level Rp17.164 per dolar AS pada perdagangan Rabu, 22 April 2026 pagi.
- Pelaku pasar cenderung menahan diri menunggu hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diumumkan sore hari.
- Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran memicu penguatan dolar AS yang menekan mata uang rupiah.
Suara.com - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas pada perdagangan hari ini, Rabu (22/4/2026).
Hal itu terlihat dari data Blomberg, menunjukkan rupiah dibuka melemah tipis ke level Rp17.164 per dolar AS. Adapun, mata uang garuda melemah 0,12 persen dari perdagangan Selasa (21/4/2026) di level Rp17.134
Pelemahan ini dikarenakan faktor utama pasar saat ini tertuju pada pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, yang dijadwalkan pada sore nanti.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengamati bahwa pergerakan mata uang Garuda saat ini berada dalam fase wait and see.
Investor cenderung menahan diri untuk masuk ke pasar secara agresif sebelum mendapatkan kepastian mengenai arah kebijakan moneter domestik.
"Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi atau bergerak datar (flat) dengan potensi melemah terbatas. Investor saat ini sedang menantikan hasil RDG Bank Indonesia sore ini," ujar Lukman Leong saat dihubungi Suara.com.
Selain faktor domestik, sentimen dari pasar eksternal turut memberikan tekanan bagi rupiah. Situasi geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian utama, terutama hubungan antara Amerika Serikat dan Iran.
Meskipun terdapat laporan mengenai perpanjangan gencatan senjata, situasi masih dianggap rawan menyusul penolakan Iran untuk kembali ke meja perundingan.
Ketidakpastian ini memicu penguatan dolar AS sebagai aset aman (safe haven), yang secara tidak langsung menekan mata uang pasar berkembang, termasuk rupiah.
Baca Juga: Rupiah Nyungsep, BI Diramal Tahan Suku Bunga
"Dari perkembangan eksternal, situasinya beragam. Walaupun gencatan senjata AS-Iran diperpanjang, namun Iran menolak untuk kembali berunding," tambah Lukman.
Berdasarkan analisis tersebut, memproyeksikan rupiah akan bergerak pada rentang harga Rp16.100 hingga Rp16.200 per dolar AS untuk hari ini. Sedangkan mata uang Asia lainnya bergerak fluktuatif.
Di mana, peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah terkoreksi 0,27 persen. Disusul, ringgit Malaysia tertekan 0,13 persen dan dolar Taiwan tergelincir 0,09 perse . Diikuti, dolar Hong Kong yang melemah tipis 0,02 persen.
Sementara itu, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melesat 0,25 persen.
Selanjutnya ada dolar Singapura yang terkerek 0,09 persen dan yen Jepang menanjak 0,07 persen Diikuti, yuan China yang naik 0,02 persen. Kemudian ada baht Thailand yang menguat tipis 0,006 persen terhadap the greenback di pagi ini.
Berita Terkait
-
Rupiah Tertekan Sentimen Domestik, Dolar AS Menguat ke Rp17.104
-
Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?
-
Rupiah Mulai Rebound, Dolar AS Masih Betah di Level Rp17.083
-
Rupiah Kembali Takluk, Terperosok ke Level Rp 17.090/USD
-
Kurs Rupiah Hari Ini : Melemah ke Rp17.043 per Dolar AS
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
Akun 'Anak Menkeu' Sebut Purbaya Bakal Gantikan Gubernur BI, Menkeu Diganti?
-
Investor Asing Terus Kabur Buat Kapitalisasi Pasar Susut Jadi Rp 9.807 Triliun
-
RI Mulai Garap Potensi Bisnis Energi Terbarukan di Amerika Latin dan Karibia
-
Mulai 'Panik' Rupiah Terus Loyo, Pemerintah-BI Keluarkan 5 Jurus Jitu
-
Bank Mandiri Taspen Dorong Lansia untuk Tetap Aktif dan Produktif
-
27 Tahun PNM, Excellence Awards 2026 Jadi Motor Transformasi Budaya Kerja
-
Devisa Hasil Ekspor Akan Digunakan sebagai Agunan Tunai
-
Ekonomi Indonesia Tidak Sedang Mengulang Krisis 1998, Purbaya Optimistis
-
PNM Siapkan Babak Baru Transformasi, Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Perusahaan
-
Ribuan Dokumen Menumpuk di Bea dan Cukai Tanjung Priok, Purbaya Mau Tambah Regulasi