News / Metropolitan
Rabu, 22 April 2026 | 09:42 WIB
Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi mengumumkan perubahan call name Bank DKI menjadi Bank Jakarta.
Baca 10 detik
  • Bank Jakarta meluncurkan inisiatif transformasi XPORIA 2026 di Balai Kota pada 20-23 April 2026 untuk mengorkestrasi ekonomi ibu kota.
  • Langkah ini dilakukan guna memenuhi instruksi Gubernur Pramono Anung agar BUMD Jakarta tidak menjadi pemain lokal yang terbatas.
  • XPORIA 2026 berfungsi sebagai jembatan digital bagi pelaku usaha dan nasabah untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif.

Suara.com - Bank Jakarta resmi meluncurkan inisiatif transformasi bertajuk XPORIA 2026 sebagai upaya memosisikan diri sebagai penggerak utama atau orkestrator ekonomi di wilayah ibu kota.

Langkah ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meminta jajaran BUMD untuk tidak lagi menjadi "jago kandang" dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menegaskan bahwa peran bank daerah harus berevolusi melampaui fungsi penyedia jasa keuangan konvensional.

Melalui ajang yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta pada 20-23 April 2026 ini, Bank Jakarta ingin membuktikan kesiapannya sebagai penghubung dalam ekosistem ekonomi yang lebih luas.

"Bank Jakarta terus bergerak bertransformasi, dari yang sebelumnya dikenal sebagai bank daerah, menjadi bank yang mampu mengorkestrasi ekonomi di Jakarta," ujar Agus dalam keterangannya, Rabu(22/4/2026).

Menurut Agus, transformasi ini merupakan keharusan di tengah tuntutan nasabah yang menginginkan pengalaman baru dalam bertransaksi. Ke depan, bank daerah memikul tanggung jawab besar untuk menavigasi arah ekonomi di wilayahnya masing-masing.

"Bank daerah ke depan harus menjadi orkestrator ekonomi di daerahnya, bukan sekadar lembaga keuangan," katanya.

Ia menambahkan bahwa XPORIA 2026 difungsikan sebagai jembatan digital yang menghubungkan pelaku usaha dengan nasabah untuk memutar roda ekonomi Jakarta secara nyata.

Agus juga menekankan signifikansi Jakarta sebagai pusat gravitasi ekonomi nasional, di mana setiap denyut transaksi di ibu kota memberikan efek domino yang besar bagi Indonesia.

Baca Juga: Harga BBM Naik, Pramono Minta Warga DKI Hijrah ke Transportasi Umum

"Di sinilah Bank Jakarta hadir, bukan hanya sebagai pelaku transaksi, tetapi sebagai penghubung dalam ekosistem ekonomi," ujarnya.

Sementara Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, memastikan komitmen perusahaan untuk terus melahirkan inovasi layanan yang inklusif.

"Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi layanan serta memperluas kolaborasi untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," jelas Arie.

Visi besar Bank Jakarta ini selaras dengan instruksi Gubernur Pramono Anung baru-baru ini.

Pramono sebelumnya secara terbuka mendesak BUMD strategis seperti Bank Jakarta, Pasar Jaya, dan Dharma Jaya untuk lebih berani melakukan ekspansi dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Jakarta.

"Tidak menjadi pemain lokal, jago kandang, tapi bertarung keluar. Di antaranya misalnya Bank Jakarta, Pasar Jaya, Dharma Jaya, dan yang lain-lain. Itu saya yakin akan bisa memberikan manfaat juga bagi Jakarta," ucap Pramono beberapa waktu lalu.

Load More