“Ujung tajam ini? Ah sama aja bohong, sama batang-batangnya dong, batangnya yang keras ada ngga?” pinta Jindan.
Dokter Richard Lee lantas memperbarui tantangannya. Ia mengatakan, jika tusukan jarumnya masuk, dr. Richard Lee tidak minta apa-apa, melainkan meminta pihak pelapor mencabut laporan terhadap Marcel Radhival.
“Kalau saya bisa masukin, nggak usah kasih saya apa-apa lah, cabut laporan untuk Marcel aja,” tanya dr. Richard.
Pengacara Firdaus Oiwobo pun menolak tawaran tersebut.
“Jangan, kalau itu urusan hukum,” tutur Firdaus.
Firdaus lantas menjelaskan bahwa tantangan dari dr. Richard tidak bisa dipenuhi, pasalnya Jindan belum mempelajari jarum infus itu untuk ilmu kebalnya.
“Artinya gini dalam dunia perdukunan, masing-masing memiliki bidang dan karakter, kalau dia, kebal tembak pun berbeda, beliau ini mendalami pistol ini dan jarum pentul,” tutur Firdaus.
Sekali lagi dr Richard Lee memberikan kesempatan Jindan untuk memenuhi tantangannya. Jindan lantas meminjam jarum abocath tersebut dan meninggalkan mereka. Firdaus mengatakan, Jindan sedang mengajak ngobrol dulu dengan jarumnya.
Tak berapa lama kemudian, Jindan kembali dan mengajak dr. Richard Lee melakukan pembuktian lain, yakni saling menembak.
Baca Juga: 4 Fakta Baru Polwan Cantik Rita Yuliana Diungkap Sahabat Sendiri
“Dokter gini aja deh tembak tembakan aja yuk,” yang langsung ditolak dr. Richard Lee dan mengatakan bahwa dirinya tidak kebal tembak.
Ketika diminta kepastiannya apakah bisa memenuhi tantangan dr. Richard atau tidak, Jindan mengatakan bahwa dirinya bukan tidak bisa, melainkan belum mempelajari kebal jarum infus.
“Bukan nggak bisa, tapi nanti, nunggu kun fayakun dari Allah. Jarum, silet, cutter, beda kita beda-beda profesi, ada yang anti tembak, anti tembak aja, ada yang anti pisau, anti pisau aja. Jikalau kita mempelajari ilmu kebal itu ada tingkat-tingkatnya, terus terang,” ujar Jindan menerangkan.
Dr. Richard Lee pun menghargai keputusan Jindan untuk menolak tantangan pembuktian kekebalan dengan jarum infus alias abocath tersebut.
“Saya hargai,” tutur dr. Richard Lee singkat.
Berita Terkait
-
Satu Pelapor Pesulap Merah Ternyata Seorang Habib Cicit Mbah Priok
-
4 Fakta Diskusi Ustadz Derry Sulaiman dengan Pesulap Merah soal Gus Samsudin
-
Tegas! Paranormal Dayak Komentari Sepak Terjang Pesulap Merah, Begini Pendapatnya
-
3 Fakta Blunder Gus Samsudin Terjemahkan Ayat Alquran
-
Akhirnya Suhunya Dukun Turun Tangan, Ini Katanya soal Heboh Pesulap Merah Vs Gus Samsudin
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
Terkini
-
Jelang Idulfitri, KPK Ingatkan ASN Tolak Gratifikasi dan Dilarang Mudik Pakai Mobil Dinas
-
OJK Jatuhkan Denda Rp5,6 Miliar dalam Kasus IPO POSA, Benny Tjokro Disanksi Seumur Hidup
-
Bantargebang Sudah Sesak, DPRD DKI Minta Pasar Jaya Percepat Pengolahan Sampah Mandiri
-
Promo BRI Ramadan Bantu Masyarakat Atur Pengeluaran Selama Puasa
-
Rambutnya Dibikin Rusak Hair Stylist, Nirina Zubir Berharap Tak Ada Korban Lagi
-
Nikmati Ramadan Lebih Hemat dengan BRI Kartu Kredit, Debit, dan BRImo
-
BRI Hadirkan Diskon Spesial Ramadan untuk Kuliner dan Hiburan
-
Manfaatkan Promo BRI Ramadan, Momen Kebersamaan Jadi Lebih Hemat
-
Promo Ramadan BRI: Solusi Hemat untuk Agenda Ngabuburit dan Bukber
-
Bursa Kripto CFX Rilis Laporan Bulanan, Volume Perdagangan Spot Tembus Rp24,33 triliun