Fresh.suara.com - Sus Rini selalu menjadi pusat perhatian publik dengan pola asuhnya terhadap Rayyanza alias Cipung.
Tingkah lucu Cipung yang diasuh oleh Sus Rini selalu menarik perhatian, dan banyak pujian yang ditujukan kepada Sus Rini atas pola asuh yang diterapkan.
Namun, tak jarang pula pola asuh Sus Rini menuai kontroversi di mata netizen. Salah satu contohnya adalah ketika ia mengunggah video yang memperlihatkan dirinya menyuapi Cipung saat makan.
Sebagian netizen berpendapat bahwa pada usia Cipung yang sudah cukup besar, anak seharusnya sudah dilatih untuk makan sendiri.
Pendapat netizen ini mencerminkan perbedaan pandangan mengenai pola asuh yang ideal. Ada yang berpendapat bahwa anak seharusnya diajarkan mandiri sejak dini, termasuk dalam hal makan.
Namun, ada juga yang berpendapat bahwa setiap anak memiliki kebutuhan dan perkembangan yang berbeda, sehingga pola asuh tidak harus seragam dan kaku untuk semua anak.
Sus Rini memberikan keterangan bahwa Cipung sebenarnya mampu makan sendiri dengan lahap jika menu makanan yang disajikan adalah makanan favoritnya.
"Masyaallah tabarakallah selalu ada hal yg membuat tersenyum selalu ada tingkal lucu & juga gemes.. mungkin ada yg bertanya kenp Rayyanza tdk belajar mkn sendiri sebenar’y Rayyanza tergantung dari menu’y kalou tertarik pasti Rayyanza minta mkn sendiri alhasil kalou Rayyanza mkn tidk berantakan sesuai harapan alhmdulilah," tulis Sus Rini pada caption video dirinya menyuapi Rayyanza.
Ini menunjukkan bahwa ia memahami preferensi dan karakteristik makanan yang disukai oleh Cipung, dan memilih untuk memberikan perhatian ekstra dengan cara menyuapinya.
Baca Juga: Sukses Bikin Pintar Cipung, Gaji Sus Rini Masih Kurang?
Perbedaan pendapat mengenai pola asuh adalah hal yang wajar dalam masyarakat. Setiap orang memiliki sudut pandang dan nilai-nilai yang berbeda terkait dengan pengasuhan anak.
Yang terpenting adalah memastikan bahwa anak tumbuh dengan baik, sehat, dan bahagia dalam lingkungan yang penuh kasih sayang.
Berita Terkait
-
Sukses Bikin Pintar Cipung, Gaji Sus Rini Masih Kurang?
-
Dikecam Gara-Gara Ajak Rayyanza Ngobrol saat Makan, Sus Rini Segera Klarifikasi
-
Sus Rini Tawari Rayyanza Begini, Ditolak, Dibujuk, Ditolak Lagi sampai Merasa Tertampar!
-
Lucunya Ekspresi Rayyanza Diajari Doa Harian oleh Sus Rini: Aamiin..
-
Nama Sus Rini Ikut Dicatut! Nagita Slavina Larang Putri Ariani Foto Bareng Cipung
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati