SuaraGarut.id - Sudah empat kali pergantian Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) kasus korupsi BOP, Pokir dan Reses DPRD Garut masih berkutat dalam proses penyidikan.
Banyak kalangan yang menyoroti penanganan kasus ini berjalan di tempat karena ada jeratan mafia kasus.
Bahkan diduga, ada mafia kasus yang bermain dalam kasus korupsi BOP, Pokir dan Reses yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Garut.
Ketua Garut Governance Watch (GGW), Agus Gandi mengatakan macetnya penanganan kasus korupsi DPRD Garut sebagai bukti tidak becusnya aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Garut.
"Kalau sudah empat kali ganti Kajari kasusnya masih dalam proses penyidikan ini keterlaluan. Berarti mereka tidak becus," kata Agus Gandi kepada SuraGarut, Sabtu (11/3/2023).
Agus menduga ada jeratan mafia kasus dengan melibatkan aparatnya yang melakukan lobi-lobi dengan pengusaha dan politisi.
"Kalau ada lobi-lobi aparat dengan pengusaha dan politisi jangan harap kasusnya akan selesai.
Dampaknya tentu tidak akan ada efek jera terhadap para pelakunya sehingga mereka akan leluasa melakukan tindak pidana korupsi serupa.
"Buktinya sampai saat ini pelaku korupsi Pokir yang dinilai merugikan puluhan miliar masih belum ada tersangkanya," kata Agus.
Baca Juga: Keren Abis, Kai EXO Tampil Bak Bad Boy di Teaser Image Baru Album 'Rover'
Bahkan Agus mencurigai adanya penggiringan kasus Korupsi BOP, Pokir dan reses ini akan diseret kepada urusan yang lebih ringan.
"Korupsi yang besar itu di Pokir jumlahnya puluhan miliar. Sementara ini, Kejari Garut hanya memproses kasus BOP dan Reses yang jumlahnya hanya beberapa miliar saja," ungkapnya.
Bahkan, kata Gandi, dirinya mencurigai adanya kejanggalan kejaksaan akan mengorbankan para pendamping staf Setwan DPRD yang statusnya hanya honorer.
Diketahui, tindak pidana korupsi BOP, Pokir dan Reses DPRD Garut mulai ditemukan pada masa kepemimpinan Kajari Garut, Azwar, SH MH, di tahun 2019 silam.
Kemudian kasus ini berpindah tangan ke Kajari Garut selanjutnya yaitu, Sugeng Hariadi sampai masa jabatannya habis kasus ini tak kunjung ada perkembangan.
Kepercayaan warga Garut terhadap Kejaksaan Negeri Garut sempat tumbuh saat Kajari Garut dipimpin oleh Neva Sari Susanti karena berani melakukan penggeledahan di Kantor DPRD Garut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tolak Kebijakan Pemprov Kaltim soal Iuran JKN, Wali Kota Samarinda: Tidak Adil!
-
Jakarta Jadi Kota Paling Aman ke-2 di ASEAN, Tapi Pramono Akui Masih Ada Premanisme
-
4 Sunscreen Peptide, Bikin Kulit Plumpy dan Terhidrasi Sepanjang Hari!
-
Detik-Detik Sopir Truk Sampah di Gresik Larikan Kendaraan yang Terbakar ke Pos Damkar
-
Antara Keberanian dan Shock Value: Kritik Atas Promosi Film Aku Harus Mati
-
Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya
-
5 Mobil Bekas Keluaran 2016: Tak Bikin Tekor Meski Pakai BBM Non Subsidi, Mulai 80 Jutaan
-
Penjualan Daihatsu Gran Max Melejit 40 Persen Efek Program MBG
-
5 Sampo Berbahan Tea Tree Oil untuk Rambut Berketombe, Gatal-gatal Lenyap
-
Terbongkar! Kepala SMK di Brebes Jadi Otak Pengoplosan Gas Elpiji, Ini 7 Faktanya