- DKI Jakarta meraih posisi kedua sebagai kota paling aman di Asia Tenggara berdasarkan laporan Safety Index tahun 2026.
- Gubernur Pramono Anung memerintahkan penindakan tegas terhadap aksi premanisme dan pungutan liar yang masih terjadi di Jakarta.
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah meskipun menghadapi tantangan kompleks dari besarnya jumlah populasi penduduk.
Suara.com - DKI Jakarta secara mengejutkan berhasil menempati posisi kedua sebagai kota paling aman di Asia Tenggara menurut laporan Safety Index 2026.
Jakarta bahkan tercatat mampu mengungguli tingkat keamanan kota-kota tetangga populer seperti Bangkok, Kuala Lumpur, hingga Manila.
Penobatan prestisius ini mendapat respons langsung dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat ditemui di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).
"Memang selama ini Jakarta selalu biasanya ranking-nya antara 5, 6, 7. Sekarang nomor dua, ya kita syukuri," ujarnya.
Meski menyabet predikat kota aman, realita di lapangan nyatanya masih diwarnai oleh aksi premanisme berupa pungutan liar yang meresahkan masyarakat.
Salah satu problematika yang mencuat dan menjadi sorotan publik adalah aksi pemalakan yang menyasar seorang pedagang bakso di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Pramono Anung menegaskan, pihaknya sudah bergerak cepat dengan menghubungi jajaran terkait untuk meringkus para preman meresahkan.
"Itu menunjukkan bahwa kami bereaksi cepat terhadap hal itu," tuturnya.
Namun, Pramono juga menyadari bahwa mengelola kota dengan populasi mencapai belasan juta jiwa memiliki dinamika keamanan yang sangat kompleks.
Baca Juga: Dikecualikan dari WFH, Layanan Perizinan DKI Tetap Normal dan Full WFO
Besarnya jumlah penduduk di kawasan aglomerasi menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam menjaga kondusivitas wilayah.
"Tentunya nggak mungkin semuanya adem ayem, nggak ada apa-apa. Jadi itu lah yang menunjukkan bahwa Jakarta dinamikanya masih ada," kata Pramono.
Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan tidak akan memberikan ruang bagi para pelanggar hukum yang mencoba mengganggu ketenteraman warga.
"Yang seperti itu tentunya segera kami tindak dengan tegas," pungkas Pramono.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya
-
DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030
-
Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan
-
Terjaring OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK Pagi Ini
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan