SuaraGarut.id - Petugas SPBU dilarang menolak jika ada konsumen yang ingin mengisi BBM Pertalite atau Solar tanpa QR Code.
Apabila pihak SPBU menolak pembelian tanpa QR Code maka akan ada teguran dan evaluasi dari PT Pertamina.
Dilansir dari otomotifnet.com, Senior Supervisor Communication dan Relation PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbangsel, Haris Yanuanz mengatakan pihak SPBU tidak boleh menolak konsumen.
Namun menurutnya, ada pembatasan pembelian bagi konsumen yang tidak memiliki QR Code.
"Syaratnya ada pembatasan. Untuk pertalite 20 liter sementara untuk solar hanya 10 liter," kata Haris.
Jika ada SPBU, lanjutnya, yang menolak konsumen yang ingin membeli pertalite dan solar maka pihaknya akan memberikan teguran dan evaluasi.
"Kita terus pantau SPBU harus melayani siapa pun yang membeli BBM subsidi meski tanpa QR Code. Kalu ada yang tak melayani akan kita tindaklanjuti dengan teguran dan evaluasi," ujarnya.
Bagi konsumen yang mengisi BBM Subsidi tanpa QR Code hanya dicatat nomor polisinya di mesin EDC tujuannya agar tidak melakukan pembelian secara berulang.
Namun dirinya tetap menyarankan agar warga yang memiliki kendaraan roda empat agar segera membuat QR Code untuk menertibkan pembelian BBM bersubsidi agar tidak salah sasaran.(*)
Baca Juga: Hubungan Wahono Saputro dan Adik Ipar Jokowi, Arif Budi Sulistyo
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
BBM Non-Subsidi Naik Drastis: 5 Langkah Efisiensi Walikota Bandung untuk Hemat Anggaran
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
Triliunan Rupiah Mangkrak! 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Gratis Menumpuk di Gudang Sentul
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran