/
Jum'at, 17 Maret 2023 | 09:54 WIB
Aksi pemukulan anggota TNI di Garut dipicu karena penutupan jalan saat iring-iringan pernikahan.

SuaraGarut.id - Pemicu aksi pemukulan terhadap Anggota TNI di Garut terungkap hanya karena penutupan jalan yang dilakukan oleh kaka pelaku.

Saat itu, keluarga pelaku sedang melangsungkan acara hajatan dan melakukan penutupan jalan.

Saat itu anggota TNI akan melintas dengan menggunakan kendaraan ambulans lantas meminta akses jalan dibuka.

Sehingga sempat terjadi cek cok antara korban dengan kaka pelaku kemudian pelaku datang dan langsung melayangkan pukulan.

Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan peristiwa pemukulan dilakukan YS pada Minggu, 12 Maret 2023 di Jalan KH Hasan Arief, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, jawa Barat.


“Pada saat kejadian, korban ini sedang melaksanakan kegiatan sosial dan membawa ambulans," kata Kapolres. 

Saat itu, di lokasi kejadian sedang ada iring-iringan pernikahan dan menutup arus lalulintas dengan motor.

Kemudia, kata Kapolres, Anggota TNI yang sedang bertugas, Peltu Rohmat Sopandi meminta agar motor yang menghalangi agar digeser agar ambulansnya bisa lewat.

"Saat itulah pelaku melihat ada perdebatan antara kakanya dengan Anggota TNI langsung menghampiri dan melayangkan pukulan di pelipis kanan," ungkapnya.

Baca Juga: Pembangunan IKN Nusantara Demi Pola Pikir Baru, Jokowi: Kalau Tidak, Kita Terus Jadi Negara Berkembang

Setelah terjadinya pemukulan, Anggota TNI yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan dan langsung melapor ke Mapolsek Banyuresmi.

Akibat perbuatannya tambah Kapolres, pelaku telah melanggar pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun 8 bulan.(*)

Load More