SuaraGarut.id - Pemicu aksi pemukulan terhadap Anggota TNI di Garut terungkap hanya karena penutupan jalan yang dilakukan oleh kaka pelaku.
Saat itu, keluarga pelaku sedang melangsungkan acara hajatan dan melakukan penutupan jalan.
Saat itu anggota TNI akan melintas dengan menggunakan kendaraan ambulans lantas meminta akses jalan dibuka.
Sehingga sempat terjadi cek cok antara korban dengan kaka pelaku kemudian pelaku datang dan langsung melayangkan pukulan.
Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Rio Wahyu Anggoro mengatakan peristiwa pemukulan dilakukan YS pada Minggu, 12 Maret 2023 di Jalan KH Hasan Arief, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, jawa Barat.
“Pada saat kejadian, korban ini sedang melaksanakan kegiatan sosial dan membawa ambulans," kata Kapolres.
Saat itu, di lokasi kejadian sedang ada iring-iringan pernikahan dan menutup arus lalulintas dengan motor.
Kemudia, kata Kapolres, Anggota TNI yang sedang bertugas, Peltu Rohmat Sopandi meminta agar motor yang menghalangi agar digeser agar ambulansnya bisa lewat.
"Saat itulah pelaku melihat ada perdebatan antara kakanya dengan Anggota TNI langsung menghampiri dan melayangkan pukulan di pelipis kanan," ungkapnya.
Setelah terjadinya pemukulan, Anggota TNI yang bersangkutan tidak melakukan perlawanan dan langsung melapor ke Mapolsek Banyuresmi.
Akibat perbuatannya tambah Kapolres, pelaku telah melanggar pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun 8 bulan.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah