SuaraGarut.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut menetapkan 18 desa/kelurahan sebagai lokasi fokus (lokus) intervensi penurunan dan pencegahan stunting tahun 2023 di Kabupaten Garut.
Penetapan ini tercantum dalam Keputusan Bupati (Kepbup) Garut Nomor : 440/KEP.355-DINKES/2022 tentang Penetapan Desa/Kelurahan sebagai Lokus Intervensi Penurunan dan Pencegahan Stunting Tahun 2023 yang terbit pada tanggal 17 Juni 2022.
Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut, Muksin, terbitnya Kepbup atas pertimbangan bahwa kejadian stunting pada balita masih banyak terjadi di Kabupaten Garut, sehingga perlu dilakukan penanganan secara komprehensif dan terpadu antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, Lembaga/Organisasi Kemasyarakatan, Organisasi Profesi, serta Pemangki Kepentingan terkait lainnya.
Muksin menyebutkan di Kepbup itu disebutkan ada 18 desa/kelurahan yang menjadi lokus intervensi penurunan dan pencegahan stunting tahun 2023 yaitu :
1. Desa Pangeureunan Kecamatan Blubur Limbangan
2. Desa Neglasari Kecamatan Blubur Limbangan
3. Desa Surabaya Kecamatan Blubur Limbangan
4. Desa Ciwangi Kecamatan Blubur Limbangan
5. Desa Cinisti Kecamatan Bayongbong
6. Desa Sukahati Kecamatan Cilawu
7. Desa Mangkurakyat Kecamatan Cilawu
8. Desa Desakolot Kecamatan Cilawu
9. Desa Ngamplang Kecamatan Cilawu
10. Desa Mekarmukti Kecamatan Cilawu
11. Desa Margalaksana Kecamatan Cilawu
12. Desa Dangiang Kecamatan Cilawu
13. Kelurahan Sukamenteri Kecamatan Garut Kota
14. Kelurahan Kota Wetan Kecamatan Garut Kota
15. Desa Karangwangi Kecamatan Mekarmukti
16. Desa Mekarmukti Kecamatan Mekarmukti
17. Desa Sukamenak Kecamatan Wanaraja
18. Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja
Berita Terkait
-
Digeledah Petugas Gabungan, Sejumlah Benda Terlarang Ditemukan di Rutan Garut
-
Kasus Difteri di Pangatikan Garut Mulai Menurun, Dinkes Melakukan Upaya ini yang Jadi Kunci Keberhasilannya
-
Terkena Imbas Pembangunan Tol Getaci, Kepala SMAN 8 Garut: Lokasi Jalan Tol Tepat Berada di Tengah Komplek Sekolah
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Fenomena WNI Jadi Tentara Bayaran Negara Lain, Pakar HI Ingatkan Pemerintah Soal Ini
-
Warga Jogja War Penukaran Uang Baru, Rela Antre Online demi THR Lebaran
-
Waspada Penipuan! Eks Brimob di Pasukan Rusia Ingatkan WNI Soal Link Rekrutmen Bodong
-
Strategi Anggya Kumala Jadikan Oreo Gerakan Kebaikan Bagi Keluarga Indonesia
-
Jelang All England 2026, Atlet Indonesia Fokus Aklimatisasi Cuaca dan Arena
-
Jangan Sampai Kehabisan! Pendaftaran Mudik Gratis 2026 Dibuka, Cek Daftar Instansinya di Sini
-
8 Fakta Tewasnya El Mencho, Dari Status 'Kode Merah' hingga Ancaman Perang Saudara Kartel
-
Impor Pikap India untuk Kopdes Perlu Pertimbangkan Manufaktur Lokal
-
Shin-chan Masuk Dunia Yokai, Film ke-33 Umumkan Tayang Juli 2026 di Jepang
-
Jadwal Buka Puasa Ramadan di Samarinda, Senin 23 Februari 2026