SuaraGarut.id - Memasuki hari ke lima Ramadhan, Kepolisian Resor Garut, Jawa Barat, berupaya terus menciptakan kondisi keamanan dan kenyamanan yang kondusif.
Upaya yang dilakukan salah satu dengan menggelar berbagai patroli dan operasi, seperti yang dilakukan unit Satuan Samapta.
Unit Patroli Reaksi Cepat Samapta, yang digelar menjelang sahur dan buka puasa, berhasil menggagalkan dua kelompok pemuda yang akan melakukan tawuran di kawasan Bundaran Leuwidaun, Kecamatan Tarogong Kidul.
Para remaja itu telah bersiap untuk tawuran dengan menggunakan senjata berupa sarung. Kejadian ini berlangsung pada Sabtu, 25 Maret pada pukul 02.00 WIB. Namun beruntung polisi datang tepat waktu dan berhasil membubarkan mereka.
"Tidak ada yang diamankan dari tawuran itu, kami memberi peringantan dan pemahaman hukum agar menjaga kerukunan dan keamanan," ujar Kasat Samapta Polres Garut, Iptu Masrokan, kepada SuaraGarut.id, Senin, 27 Maret 2023.
Aksi tawuran remaja pada bulan Ramadhan ini tengah menjadi sorotan publik. Bahkan beberapa kejadian telah menelan korban jiwa, seperti di Jakarta beberapa waktu lalu.
Kenakalan remaja yang berhasil digagalkan Polres Garut juga yakni balapan liar di jalan baru Ibrahim Adjie pada Sabtu dan Minggu dini hari kemarin. Polisi berhasil mengamankan dua unit motor yang akan digunakan untuk balapan liar.
Masrokan berharap, patroli yang dilakukan jajaran Samapta dapat menekan angka kriminalitas dan kenakalan remaja, agar umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang dan tercipta Garut yang kondusif.(*)
Editor: Farhan
Baca Juga: Ada Wacana Timnas Israel Main di Singapura saat Piala Dunia U-20
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Bupati PALI Asgianto Diperiksa KPK, Terungkap Daerahnya Gagal Raih WTP Selama 13 Tahun
-
Praperadilan Febrie Adriansyah, Kuasa Hukum Minta Eks Jampidsus Segera Dibebaskan
-
ESDM Uji Coba CNG untuk UMKM, Siapkan Puluhan Ribu Tabung
-
Rumah Sakit di Pekanbaru Dilarang Bedakan Pelayanan Pasien BPJS dan non-BPJS
-
3 Rekomendasi Moisturizer untuk Bekas Jerawat PIH sesuai Review, Noda Hitam Lambat Laun Pudar
-
Hentikan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026, Pelatih Singapura Kena Karma
-
Review Film Don't Say Good Luck: Kisah Remaja, Harapan, dan Teater Musikal
-
Screening 'Harusnya Horror' di Jogja Jelang Penayangan: Reza Arap dan AAAClan Disambut Meriah
-
Pulang Tengah Malam, Adinda Ditemukan Tewas di Jalan Gelap Kertapati, Motornya Hilang
-
Jakarta Diguyur Hujan Lagi Hari Ini, Pramono Sebut Hasil Modifikasi Cuaca