SuaraGarut.id - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut, Jawa Barat, menilai tata kelola penyaluran gas subsidi LPG 3 kilogram buruk.
Akibatnya harga beli setiap tabungnya melebihi dari harga eceran tertinggi yang telah ditetapkan.
"Semua pihak harus turut serta melakukan pengawasan terhadap gas subsidi ini," ujar juru bicara Fraksi Demokrat DPRD Garut, Cucu Suhendar, kepada SuaraGarut.id, Senin 3 April 2023.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Garut telah menaikan harga eceran tertinggi gas LPG 3 kilogram, namun pada 31 April kemarin dibatalkan karena banyak penolakan termasuk dari kalangan wakil rakyat.
Harga LPG 3 kilogram yang berlaku saat ini, kembali ke harga sebelum kenaikan yakni berkisar antara Rp16.000 - Rp 17.000/ tabung.
Meski telah ada penetapan harga eceran tertinggi, namun masyarakat tidak dapat menikmatinya. Harga yang beredar berkisar antara Rp25.000/tabung.
Menurut Cucu, tingginya harga gas ini karena masyarakat tidak dapat mengakses langsung pangkalan LPG. Warga Garut lebih banyak mendapatkan gas dari pedagang eceran atau warung-warung kecil.
Padahal berdasarkan data dari Pertamina, jumlah Pangkalan Gas di Garut sebanyak 1.356 unit. Artinya dengan sebaran itu di setiap desa seharusnya terdapat 2-3 pangkalan LPG yang dapat diakses untuk melayani masyarakat.
Karena itu Fraksi Demokrat meminta pemerintah daerah untuk melakukan kajian terhadap penyaluran Gas subsidi ini. Baik dari jumlah Pangkalan ataupun dari jumlah kebutuhan tabung.
Baca Juga: Ummi Quary Ungkap Sikap Asli Ayu Ting Ting di Belakang Panggung: Kan Kite Takut Ye
Dengan demikian masyarakat dapat membeli gas sesuai dengan harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah. (*)
Editor: Mustika Ati
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Mahfud Tegaskan Gaya Militer Tak Cocok dalam Budaya Polri, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
5 Aplikasi Tanda Tangan Digital 2026: Privy, DocuSign hingga Adobe Sign, Mana Legal di Indonesia?
-
Anggota Linmas di Dramaga Tewas Tertimbun Longsor, Bupati Bogor Imbau Warga Waspada
-
Laga Persija vs Persib Digelar di Samarinda, PT LIB: Bobotoh Tetap Dilarang Hadir!
-
Tiga Hari Hilang Misterius, Penyelam Panah Ikan di Way Rarem Ditemukan Tak Bernyawa
-
Tim Hukum Peduli Anak Pemkot Jogja Bidik Pidana Korporasi hingga Pembubaran Yayasan Little Aresha
-
Strategi Baru Pemerintah Dorong Mobil Listrik Baterai Nikel Lewat Subsidi PPN Besar
-
Mahfud Sebut Diskusi Reformasi Polri dengan Prabowo Berlangsung Hangat dan Mengasyikkan
-
Kiai Cabul Pati Buron ke Luar Jateng, Polda Turunkan Tim Jatanras Buru Pelaku!
-
Tak Hanya Bangun Rumah, Bupati Karawang Beri Modal Usaha untuk Nenek Korban Kebakaran