- PT LIB resmi memindahkan laga Persija kontra Persib ke Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu, 10 Mei 2026.
- Pemindahan lokasi dilakukan karena kondisi keamanan di Jakarta dan keterbatasan jadwal stadion lain di Pulau Jawa.
- Suporter tamu dilarang hadir demi menjaga keamanan, sedangkan pendukung tuan rumah diizinkan masuk dengan jumlah terbatas.
Suara.com - Rivalitas panas antara Persija Jakarta dan Persib Bandung dipastikan tidak akan tersaji di Ibu Kota. PT Liga Indonesia Baru (LIB) resmi memindahkan lokasi duel bertajuk El Clasico Indonesia tersebut ke Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu (10/5/2026) mendatang.
Meski laga dipindah jauh menyeberang pulau ke Kalimantan, aturan ketat mengenai kehadiran penonton tidak berubah.
PT LIB menegaskan pintu stadion tertutup rapat bagi pendukung setia Maung Bandung, Bobotoh.
Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa larangan bagi suporter tamu merupakan harga mati demi menjaga kondusivitas, apalagi laga ini digelar di lokasi alternatif akibat faktor keamanan di Jakarta.
“Tetap dengan penonton sesuai dengan standar kapasitas yang ada di sana. Ya harapan kita tentunya semua bisa berjalan dengan lancar. Suporter tamu tetap dilarang,” tegas Ferry di Mabes Polri, Rabu (6/5/2026).
Jakarta "Siaga", Jawa dan Bali Penuh
Gagalnya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi tuan rumah dipicu oleh rentetan agenda massa di Jakarta yang dinilai rawan jika dibarengi dengan laga tensi tinggi.
“Melihat beberapa runtutan yang ada di Jakarta ini mulai dari May Day, ada Hari Buruh dan sebagainya. Nah itu yang ada kekhawatiran yang kami di liga juga merasa penting untuk dialihkan di tempat lain,” ujar Ferry.
Pihak penyelenggara mengaku sempat berupaya mempertahankan laga di Pulau Jawa atau memindahkannya ke Bali.
Baca Juga: Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
Namun, jadwal padat di stadion-stadion Jawa serta benturan regulasi di Bali membuat pilihan jatuh ke Samarinda.
“Memang di Pulau Jawa yang lainnya juga belum bisa diterima gitu ya. Selain memang ada klub dari Jawa sendiri yang bertanding di waktu yang bersamaan dan satu hari atau satu hari sebelum dan sesudah dari pertandingan tanggal sepuluh,” jelasnya.
Ferry menambahkan, Bali sebenarnya sempat menjadi opsi kuat sebelum akhirnya dibatalkan karena masalah recovery lapangan.
“Semula kita mau merencanakan untuk di Bali. Tetapi Bali bertanding tanggal sebelas. Bahwa regulasi kita melarang untuk berhimpitan bertanding di satu stadion di hari yang berbeda. Di Kalimantan Timur enggak ada pertandingan lain selain pertandingan yang akan kita gelar antara Persija dan Persib,” imbuhnya.
The Jak Mania Tetap Bisa Nonton
Berbeda nasib dengan Bobotoh, suporter tuan rumah, The Jak Mania, tetap diperbolehkan memberikan dukungan langsung di Stadion Segiri.
Namun, jumlahnya akan dibatasi sesuai dengan standar kapasitas stadion di Samarinda tersebut.
Keputusan ini diambil sebagai jalan tengah agar kompetisi tetap berjalan tepat waktu tanpa mengabaikan faktor keamanan yang selama ini menjadi isu sensitif setiap kali kedua tim raksasa ini bertemu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan