- Mahfud MD menyerahkan buku rekomendasi reformasi Polri kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
- Dokumen setebal 3 ribu halaman tersebut disusun KPRP selama tiga bulan guna mengembalikan Polri ke rel reformasi.
- Pertemuan berlangsung hangat selama dua jam untuk membahas berbagai masukan masyarakat terkait kinerja lembaga kepolisian tersebut.
Suara.com - Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) Mahfud MD menyebut pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto untuk membahas rekomendasi reformasi Polri berjalan dengan hangat dan mengasyikkan.
Diskusi hangat itu terjadi saat Komisi Percepatan Reformasi Polri menyerahkan buku rekomendasi kepada Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026).
“Diterima oleh Presiden tadi jam 15:30 sampai dengan jam 17:30 (WIB), dan asyik acaranya berlangsung baik,” kata Mahfud di kawasan Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Mahfud mengaku memiliki kesan yang cukup dekat dengan Prabowo karena sudah saling mengenal sejak 2023 lalu. Selama itu pula, Mahfud mengatakan dirinya kerap berdiskusi dengan Prabowo.
“Sering bertemu, sering berdiskusi, tapi diskusi yang paling hangat itu kemarin sore. Bahkan guyonannya, 'Ini saya berani diskusi dengan para Profesor' katanya,” ujar Mahfud.
“Artinya itu pengantar bahwa pertemuan itu sangat hangat dan diskusinya berjalan lancar,” tambah dia.
Dalam pertemuan itu, Mahfud menyebut bahwa pihaknya menyampaikan rekomendasi terkait reformasi Polri hingga 3 ribu halaman. Hal itu dikerjakan KPRP selama 3 bulan.
“Apapun yang terpikir oleh masyarakat tentang pujian atau cercaan kepada Polri dan bagaimana kita melanjutkannya agar Polri kembali ke rel reformasi yang diinginkan tahun 98, ya kira-kira tahun 2000 lah dan seterusnya, itu agar kembali ke sana kita sudah tulis semua dan dilaporkan ke presiden,” tutur Mahfud.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) itu menegaskan bahwa penyusunan rekomendasi tersebut dilakukan tanpa adanya benturan kepentingan maupun konflik dengan Polri.
Baca Juga: Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
“Semuanya lahir ini berdasar diskusi-diskusi mendalam,” tandas Mahfud.
Berita Terkait
-
Reformasi Polri: Kompolnas Bakal Diperkuat Jadi Lembaga Independen dengan Kewenangan Eksekutorial
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat