SUARA GARUT - Keterbatasan anggaran Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, mulai terlihat di bulan Ramadhan tahun 2023 ini.
Biasanya pemerintah akan menyambut bulan ramadhan secara meriah dengan berbagai kegiatan. Namun kali ini cukup berbeda.
Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Garut, Nurdin Yana, pemerintah banyak melakukan penghematan anggaran. Alasannya karena anggaran daerah tersedot oleh pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Tahun ini anggaran keagamaan di Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Garut, mengalami pengurangan yang cukup signifikan. Kegiatan hari besar agama pun ditiadakan karena tidak ada alokasi anggaran.
Kegiatan yang berjalan pada Ramadhan ini hanya kegiatan tarawih keliling. Itu juga hanya ke beberapa desa saja.
"Adapun batuan sosial seperti kepada anak yatim di sela-sela tarling (tarawih kelilingi), itu merupakan bantuan dari pihak ketiga. Kalau kita tidak ada anggaran," ujar Nurdin Yana, kepada wartawan, Kamis, 6 April 2023.
Bantuan sosial di Sekretariat daerah Garut pada Ramadhan ini hanya berupa sarung. Itu pun anggarannya hanya sebesar Rp 50 juta.
Pengetatan anggaran juga sudah mulai dilakukan di beberapa bagian lainnya. Di Setda Garut, tiap Bagian paling besar memiliki jatah anggaran sebesar Rp 2,5 miliar, untuk menutupi semua kebutuhan selama satu tahun.
Sebelumnya Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyatakan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki anggaran, bahkan hanya sekedar untuk membayar tagihan listrik. Alasannya karena alokasi anggaran dari pemerintah pusat habis untuk membayar gaji pegawai. (*)
Baca Juga: 10 Kontroversi Ketua KPK Firli Bahuri, Terbaru 'Gaduh' dengan Endar Priantoro
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Pertina NTT Gugat Menpora: Legalitas Perbati Tak Terbukti di Persidangan, DPP Pertina Beri Dukungan
-
Makna Sakral Tato Dayak: Mengapa Setiap Guratan di Tubuh Punya Cerita Hidup?
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Segel Dibuka Selasa, Subkon Ancam Segel Ulang Gedung MUI Sukabumi Jika Kamis Belum Dibayar
-
Viral 'Cium Lutut' ke Dedi Mulyadi, 5 Fakta Krisantus Kurniawan, Politisi PDIP dan Harta Kekayaannya
-
Riset Danareksa: Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Kuartal I, Ditopang Konsumsi Rumah Tangga
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
Momen Kocak Saat Akad Viral, Wali Malah Bilang Nikahkan Anak Kambing Saya
-
Viral di Sitinjau Lauik, Siapa Arteria Dahlan? Dari Politisi PDIP ke Komisaris PT Pusri