SUARA GARUT - Sanksi FIFA untuk Indonesia sebagai dampak pembatalan tuan rumah Piala Dunia U-20 2023, sudah turun.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengungkapkan, FIFA hanya memberi sanksi ringan, dan dengan sanksi itu Indonesia terhindar dari pengucilan sepakbola dunia.
Erick Thohir menyebut, sanksi FIFA tersebut hanya berupa pembekuan Dana FIFA Forward untuk PSSI.
"Saya hanya bisa berucap, Alhamdulillah, atas rahmat Allah SWT dan doa dari seluruh rakyat Indonesia khususnya para pecinta sepakbola, Indonesia bisa terhindar dari sanksi berat pengucilan dari sepakbola dunia," dikutip dari laman PSSI, Jumat (7/3/2023).
Dengan sanksi ini, kata Erick Thohir, Indonesia masih bisa melanjutkan melanjutkan program transformasi sepakbola bersama FIFA.
Dengan sanksi ini, Indonesia juga masih bisa bermain di SEA Games pada akhir bulan ini.
Kesimpulannya, dengan sanksi ini, Indonesia tetap masih bisa bermain di perhelatan sepakbola internasional.
Lalu berapa total dana FIFA Forward yang dibekukan untuk PSSI tersebut?
Erick Thohir pernah menjelaskan, Indonesia mendapat bantuan dana FIFA Forward besarnya US$5,6 juta atau setara Rp83,6 miliar.
Dana inilah yang dibekukan FIFA sebagai sanksi pembatalan tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.
Pembatalan dana ini berlaku hingga waktu yang belum ditentukan.
Dana FIFA Forward kebijakan FIFA yang baru yang digulirkan Januari 2023. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD
-
Fantastis! Tijjani Reijnders Bakal Kantongi Lebih dari Rp1,5 Triliun di Arab Saudi