Suara.com - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menerima kunjungan perwakilan Pemerintah Kabupaten Minahasa, Minahasa Selatan, dan Muna Barat di Kantor Kementerian Sosial, Rabu (4/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Agus Jabo menekankan pentingnya keterlibatan aktif pemerintah daerah dalam memperbarui Data Tunggal Sosial Ekonomi Terpadu (DTSEN) sebagai langkah strategis menekan angka kemiskinan di Indonesia.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi memastikan data yang digunakan pemerintah selalu mutakhir dan objektif, sehingga program yang disusun pemerintah pusat maupun daerah dapat tepat sasaran serta mencerminkan kondisi masyarakat yang sebenarnya.
"Mari kita bersinergi. Berangkat dari data ini, dengan pemutakhiran, supaya kemudian data ini objektif sehingga program-program yang disusun oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sesuai dengan keadaan yang sebenar-benarnya, tidak ada manipulasi," tegasnya.
Agus Jabo menjelaskan, DTSEN yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS) dan dimutakhirkan melalui Kemensos memiliki peran vital dalam upaya pengentasan kemiskinan. Keberadaan DTSEN juga menjadi acuan tunggal bagi berbagai program kementerian dan lembaga, sehingga tidak terjadi lagi tumpang tindih data.
Karena sifat data yang sangat dinamis, pemutakhiran DTSEN perlu dilakukan secara berkelanjutan. Untuk mendukung hal tersebut, Kemensos menyediakan berbagai kanal pembaruan data, seperti melalui musyawarah desa atau kelurahan serta aplikasi Cek Bansos, yang memudahkan pemerintah daerah melakukan pembaruan data masyarakat.
Lebih lanjut, Agus Jabo menjelaskan pemutakhiran data DTSEN terbagi menjadi dua kategori. Pertama, pembaruan data Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional yang dilakukan setiap bulan. Kedua, pembaruan data penerima bantuan sosial yang dilakukan setiap tiga bulan. Ia mengingatkan pemerintah daerah agar terus mengawal proses pembaruan data tersebut.
Ia juga mendorong dinas sosial di daerah untuk memperkuat koordinasi dengan BPS agar data bantuan sosial benar-benar akurat dan tepat sasaran.
"Dinas Sosial di setiap daerah, ayo cepat berkoordinasi dengan BPS. Terus lakukan pemutakhiran agar seluruh bantuan sosial ini tepat sasaran, sampai seluruh data akurat," ujarnya.
Baca Juga: Kunjungi SRMP 1 Deli Serdang, Gus Ipul Pastikan Sekolah Rakyat Ramah Disabilitas
Dalam kesempatan tersebut, Agus Jabo juga memaparkan sejumlah program Kementerian Sosial yang memanfaatkan DTSEN, salah satunya Sekolah Rakyat. Program ini dirancang sebagai model pengentasan kemiskinan terpadu dengan menyasar anak-anak dari kelompok desil 1 dan 2 dalam DTSEN yang tergolong miskin dan miskin ekstrem.
Melalui program tersebut, anak-anak memperoleh akses pendidikan berkualitas secara gratis. Sementara itu, berdasarkan hasil asesmen, orang tua siswa juga berpeluang menerima bantuan pengembangan usaha atau perbaikan rumah tidak layak huni guna meningkatkan kesejahteraan keluarga.***
Berita Terkait
-
Kemensos Perkuat Sekolah Rakyat Lewat Sinkronisasi Data 66 Titik ke Dapodik
-
Kemensos Perkuat Sejumlah Program Mitigasi dan Penanganan Bencana pada Tahun Anggaran 2026
-
Kemensos - BGN Matangkan Program MBG Lansia dan Disabilitas
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
Klaim Sukses di Banyuwangi, Luhut Umumkan Digitalisasi Bansos Diperluas ke 40 Daerah
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan