SUARA GARUT - Polemik fakta kondisi provinsi Lampung yang di kritik Tiktoker Bima Yudho Saputro terus bergulir.
Seperti yang beredar sebelumnya, kondisi provinsi Lampung dikritik Bima sebagai provinsi tak maju alias provinsi Dajjal.
Kondisi Lampung dikritik habis oleh Tiktoker Bima lewat akun @awbimaxreborn. Dalam kontennya Bima menyoroti persoalan infrastruktur,pendidikan,jalanan,tata kelola dan pertanian.
Alhasil kritikan itu justru dilayani dengan pelaporan balik oleh seorang pengacara bernama Ginda Ansori ke Polda Lampung.
Tindakan justru itu membuat warganet geram karena dianggap kritikan Bima hal yang wajar. Pejabat Lampung dianggap anti kritik.
Ramai-ramai netizen membongkar aib para pejabat Lampung satu per satu. Tidak hanya akun Gubernur Lampung, yang jelas banjir hujatan.
Lewat akun @partaisocmed, bahwa sang pelapor Ginda Ansori adalah pelaku tabrak lari pejalan kaki hingga meninggal.
Tak hanya itu, dalam akun twitternya @partaisocmed menyoroti Kepala DInas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana yang mampu bertahan hingga 14 tahun tak tergantikan. Luar biasa.
Sang Kadinkes itu menjadi bulan bulanan netizen karena tampil hedon dengan tas Hermes Birkin 40 Togo Rounge seharga 200 juta,
Dalam akunnya @partaisocmed juga melampirkan screenshot display photo tas dan harga EURO 9.980.00
Anak Kepala DInas Kesehatan Lampung itu pun tak luput dari sorotan @partaisocmed. Tampak ibu dan anak tengah pamer perhiasan.
Sasaran netizen tak hanya di situ, kali ini menyasar Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim yang konon memiliki kekayaan Rp.13 Miliar lebih versi LHKPN.
Lewat akun instagram @mbak_nunik , perempuan yang disapa Nunik itu mencoba menjawab direct message yang intinya dia akan menjamin keselamatan keluarga Bima di Lampung Timur.
"Sampaikan keluarganya kalo ada gimana-gimana hubungi mba Nunik," demikian capture DM Instagram yang di posting Wagub itu.
"Yowis le..lanjutkan kuliah yang bener ya... mencari ilmu, semoga menjadi ilmu yang berkah manfaat," tulis Nunik di akhir caption.
Postingan itu ramai-ramai dibanjir koment netizen karena dianggap Pansos.
"jangan ditutup ya commentnya, jangan anti kritik ya bu, ibu digaji kan dari uang kami (rakyat)...hehe," demikian komentar netizen @furqonzafran23.
"Waduh si paling pansos,duit APBD bertrilyun kemana tuh larinya, " komen akun @dobsn_
Sayang Nunik ga membalas lagi komen warganet, tampak pantauan akun Wagub tersebut dibatasi.
Hingga kini trending di Twitter tagar Lampung sudah di twitt 76,2 ribu dan tagar Dajjal sudah ditwit skitar 40.15 cuitan. (*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
Terkini
-
4 Rekomendasi Parfum Gourmand Brand Lokal Buat Kencan Valentine
-
Persebaya Surabaya Tumbang dari Bhayangkara FC di GBT
-
Ulasan Novel Deuce: Tak Semua Remaja Tumbuh dengan Kenyamanan
-
Ada Aturan Baru Bansos, Begini Cara Update Desil Agar Tetap Terima Bantuan
-
3 Rekomendasi Makanan Pembuka Buka Puasa Agar Tubuh Tak Syok
-
Terungkap: AS Siapkan Strategi Perang Jangka Panjang di Iran, Beda dari Venezuela
-
Dari Era 800-an, Ratusan Golok Dipamerkan di Bogor Menuju Warisan Dunia UNESCO
-
Polisi Bongkar Penyelundupan Ganja 15,5 Kg dari Jakarta Hingga Pamulang
-
Cukup Ganti Lantai, Rumah Langsung Terlihat Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri
-
Kasus Pengoplosan Elpiji 3 Kilogram di Bangka Terungkap, Bagaimana Pengawasan Distribusinya?