SUARA GARUT - Pesona pantai Santolo di Garut Selatan, kiranya semakin diperhitungkan dalam agenda liburan wisatawan. Seperti halnya pada periode Liburan hari raya tahun 2023 ini dan libur besar lainnya.
Berdasarkan pantauan garut.suara.com hari ini di lokasi Rabu (26/4/2023), tampak animo wisatawan mengunjungi Pantai Santolo masih antusias, terbukti dengan membludaknya kendaraan bermotor, roda empat dan dua masuk dan parkir di sekitar area pantai ini.
Lokasi Pantai Santolo sendiri masuk ke dalam wilayah Kecamatan Cikelet dan Pameungpeuk. Kedua kecamatan ini dapat ditempuh dari kota Garut sekitar 3 jam ke arah barat daya.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Pantai Santolo, jangan heran jika kondisi jalan menuju ke sana berkelok-kelok namun dijamin tidak membosankan, karena memiliki pemandangan indah dan hijau asri sepanjang perjalanan.
Dari informasi seorang nelayan yang pengantar wisatawan ke dermaga Santolo, ada yang salah kaprah dalam menyebut nama Santolo.
Menurutnya yang di sebut Santolo sendiri adalah pulau yag memiliki dermaga tua dengan bendungan berukuran 100x 50 meter dengan lebar tembok bendungan sekitar 1 meter.
Di pulo Santolo ini pula terdapat menara Mercusuar untuk memantau aktifitas kegiatan kapal di laut
Sedangkan pantai utama yang sering dijadikan aktifitas wisata ,berenang, jetski,banana boat itu di sebut pantai Cilauteureun.
Namun ada juga catatan yang menyebutkan asal mula nama Santolo berasal dari pelafalan nama Cilauteureun oleh orang-orang Hindia Belanda yang sulit mengeja, sehingga dieja dengan menyebut Santolo.
Untuk menuju ke Pulau Santolo, wisatawan diharuskan menyebarang menggunakan perahu dengan harga sewa Rp.5000/orang. Kemudian anda akan dikenakan tiket retribusi masuk ke Pulau Santolo sebesar Rp.4000/orang.
Keberadaan bendungan tua di Pulau Santolo adalaha sisa reruntuhan dermaga tua,namun tampak masih kokoh. Berbentuk cekungan-cekungan di bawahnya sangat unik dan khas.
Merangkum dari berbagai sumber penelusuran ,darmaga atau dam Santolo sendiri tak lepas dari sejarah masa kolonial Belanda tempo dulu.
Menurut catatan dermaga ini dibangun pada periode 1910-1913 oleh Hindia Belanda sebagai jalur pembantu distribusi rempah di wilayah Priangan Timur.
Pada masa itu, tercatat hasil bumi dari wilayah Garut selatan terkenal dengan komoditas rempah-rempahnya seperti kopi,teh dan cengkeh.
Untuk mempermudah jalur distribusi rempah tmelalui laut maka Hindia Belanda membangun dermaga di wilayah Pameungpek tersebut,tepatnya di Santolo.
Hingga kini,sisa-sisa dermaga tersebut masih kokoh dan menjadi wisata sejarah yang harus dilestarikan. (*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
-
Berenang di Area Terlarang, Dua Orang Wisatawan Hanyut Tergulung Ombak di Pantai Santolo Garut
-
Anggaran DTU Ke APBD Tidak Naik, Bupati Garut Rudy Gunawan Lakukan Ini untuk Membayar Gaji 9 Ribu ASN PPPK
-
Miliki Berat Badan Hanya 1 Kg, Bayi Kurang Gizi di Selaawi Garut Membutuhkan Bantuan. Kondisinya Sekarang Seperti ini
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu