SUARA GARUT - Ketum Airlangga Hartarto mengatakan meski sedang duduk berbeda, Partai Golkar berada dalam pemerintahan, sedangkan Partai Demokrat merupakan partai oposisi.
Meski begitu, Ketum Golkar Airlangga Hartarto berharap hubungan sesama anak bangsa tetap terjaga.
Arlangga Hartarto meyakini, membangun bangsa tidak bisa dilakukan oleh satu kelompok tertentu, melainkan harus dibangun bersama, saling kerja sama, meski berbeda posisi.
Usai bertemu SBY, dia menyatakan jelang pemilu suasana politik yang dibangun harus tetap kondusif.
Menurutnya, jangan sampai ada perpecahan antar anak bangsa karena berbeda pandangan dalam politik.
Menjelang pesta politik, keduanya berada dalam dua koalisi yang berbeda.
Golkar berada di koalisi Indonesia bersatu (KIB), bersama PAN dan PPP.
Sedangkan Demokrat dalam koalisi perubahan bersama, Nasdem, dan PKS.
Meski begitu kata Airlangga Hartarto, Golkar terus membuka diri dan berdialog dengan partai-partai politik.
Baca Juga: Masuk Top 50! Album D-Day Milik Suga BTS Debut di Chart Album Resmi Inggris
"Penting bagi bangsa yang besar seperti Indonesia agar seluruh partai membangun suasana yang kondusif," kata Airlangga Hartarto.
Memasuki pemilu 2024, Airlangga mengajak peserta pemilu dapat menciptakan kebahagian, tidak dengan ketegangan.
"Tentu hal ini dapat terjadi jika komunikasi tetap dibangun secara intens, meski berbeda pandangan dalam politik," ujarnya.
Tidak mungkin satu parpol tertentu dapat menyelesaikan satu persoalan di negeri yang besar ini.imbuhnya.
Airlangga menyatakan dirinya bersepakat dengan Demokrat, bahwa pemilu bukan the winner take it of.
Mereka sepakat bahwa demokrasi kita bukan demokrasi kebarat-baratan, melainkan demokrasi pancasila.
Oleh sebab itu, siapapun yang menang urusan membangun bangsa dilakukan secara bersama-sama.
Terlebih, kata Airlanga, Golkar sempat bersama-sama selama sepuluh tahun.
Pada masa Pemerintahan SBY, dari 2004 hingga 2014, Golkar berada dalam pemerintahan SBY.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
HUT RI ke-81, Tradisi Panjat Pinang Kembali Meriahkan Kalimalang
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?