/
Minggu, 30 April 2023 | 06:36 WIB
Ketum Golkar Airlangga Hartarto. Ajak Demokrat ciptakan pemilu yang penuh dengan kebahagiana dan tidak tegang.(Foto:Tangkapan layar/YouTUbe)

SUARA GARUT - Ketum Airlangga Hartarto mengatakan meski sedang duduk berbeda, Partai Golkar berada dalam pemerintahan, sedangkan Partai Demokrat merupakan partai oposisi.

Meski begitu, Ketum Golkar Airlangga Hartarto berharap hubungan sesama anak bangsa tetap terjaga.

Arlangga Hartarto meyakini, membangun bangsa tidak bisa dilakukan oleh satu kelompok tertentu, melainkan harus dibangun bersama, saling kerja sama, meski berbeda posisi.

Usai bertemu SBY, dia menyatakan jelang pemilu suasana politik yang dibangun harus tetap kondusif.

Menurutnya, jangan sampai ada perpecahan antar anak bangsa karena berbeda pandangan dalam politik.

Menjelang pesta politik, keduanya berada dalam dua koalisi yang berbeda.

Golkar berada di koalisi Indonesia bersatu (KIB), bersama PAN dan PPP.

Sedangkan Demokrat dalam koalisi perubahan bersama, Nasdem, dan PKS.

Meski begitu kata Airlangga Hartarto, Golkar terus membuka diri dan berdialog dengan partai-partai politik.

Baca Juga: Masuk Top 50! Album D-Day Milik Suga BTS Debut di Chart Album Resmi Inggris

"Penting bagi bangsa yang besar seperti Indonesia agar seluruh partai membangun suasana yang kondusif," kata Airlangga Hartarto.

Memasuki pemilu 2024, Airlangga mengajak peserta pemilu dapat menciptakan kebahagian, tidak dengan ketegangan.

"Tentu hal ini dapat terjadi jika komunikasi tetap dibangun secara intens, meski berbeda pandangan dalam politik," ujarnya.

Tidak mungkin satu parpol tertentu dapat menyelesaikan satu persoalan di negeri yang besar ini.imbuhnya.

Airlangga menyatakan dirinya bersepakat dengan Demokrat, bahwa pemilu bukan the winner take it of.

Mereka sepakat bahwa demokrasi kita bukan demokrasi kebarat-baratan, melainkan demokrasi pancasila.

Oleh sebab itu, siapapun yang menang urusan membangun bangsa dilakukan secara bersama-sama.

Terlebih, kata Airlanga, Golkar sempat bersama-sama selama sepuluh tahun.

Pada masa Pemerintahan SBY, dari 2004 hingga 2014, Golkar berada dalam pemerintahan SBY.(*)

Load More