SUARA GARUT - Kepolisian Resort Garut, Jawa Barat menangkap tujuh orang pelaku spesialis pencurian hewan ternak dengan modus penyembelihan.
Dua orang pelaku terpaksa ditembak polisi karena melakukan perlawanan saat ditangkap. Begitu juga dengan pimpinan komplotan itu yang merupakan residivis kasus dengan kasus sama yang bernama Sudirman Alis zagur. Dia ditembak pada kedua kakinya. Para pelaku itu diantaranya, Amud alis uwo, Yayat ulo, Dawam alias aki, Jajang saripudin, Imron dan Abdal.
Uniknya aksi para tersangka ini dilakukan pada malam Selasa dan Jumat saja, layaknya proses ritual ilmu hitam.
"Mereka hanya meninggalkan kepala dan tulang belulangnya saja di sekitar pegunungan yang jauh dari pemukiman," ujar Kapolres Garut, AKBP Rio Wahyu Anggoro, Selasa 2 Mei 2023 dalam keterangan persnya.
Daging hasil curian itu, mereka jual ke wilayah Bandung dengan harga Rp 65 ribu satu kilogramnya. Satu ekor kerbau biasanya menghasilkan daging sebanyak 600-800 kilogram.
Komplotan pencuri ini telah melakukan aksinya selama dua tahun. Berdasarkan pengakuan mereka jumlah 20 ekor. Namun jumlah itu akan lebih banyak karena dalam satu malam mereka mampu memotong kerbau sebanyak dua ekor.
Aksi pencurian yang telah mereka lakukan di sekitar wilayah Garut Selatan seperti di Kecamatan Banjarwangi, Singajaya, Pamulihan dan Kecamatan Cihurip.
Perbuatan mereka diancam pasal 363 dengan ancaman kurungan selama sembilan tahun penjara. Saat ini polisi masih melakukan penyidikan untuk mengembangkan kasus pencurian hewan ternak yang kemungkinan dilakukan di luar Garut oleh para tersangka.
Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro menyatakan tidak akan mentolerir perbuatan yang meresahkan masyarakat termasuk premanisme. "Saya telah perintahkan untuk menindak tegas termasuk melakukan penembakan bagi yang melakukan kekacauan di Garut," tegas Rio.
Baca Juga: Ngamuk! Nikita Mirzani Sebut Antonio Dedola Transgender sampai Bocorkan Foto Rumah Ortu Suami
Tak hanya pencuri, polisi juga telah menahan para preman yang meresahkan masyarakat sebanyak 13 orang. (*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
-
Throwback Crime Story: Aksi Sadis Nyonya Astini Habisi Nyawa Tetangga, Tak Terima Ditagih Utang
-
Polres Garut Meringkus Gembong Komplotan Pencuri Hewan dengan Cara Dimutilasi, Sudah 10 Kali Mereka Menjalankan Aksinya
-
Peringatan Keras! Kapolres Garut Ingatkan Dadang Buaya Agar Menyerahkan Diri, Kalau Tidak Tindakan ini Akan Dilakukan
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Wakil Iran di PBB: Amerika Serikat-Israel Langgar Kedaulatan dan Integritas
-
The Citizen: Luka Imigran Muslim 2001 dan Wajah Amerika di Era Trump
-
Apa Fungsi Asli Baju Scrub? Viral Dipakai Pegawai SPPG hingga Ditegur Nakes
-
Kata-kata Berkelas Justin Hubner Usai Cetak Gol ke Gawang Nijmegen
-
Masih Ingat Djibril Cisse? Anaknya Kini Jadi Kapten Liverpool U-18 dan Beda Kewarganegaraan
-
Ulasan Novel Animal Farm, Ketika Kesetaraan Hanya Menjadi Ilusi
-
Teheran Tak Lagi Aman, Warga Iran Panik Usai Serangan ASIsrael: Kami Akan Mati di Sini
-
Tanpa Klub, Eks Manchester United Jesse Lingard akan Hijrah ke Brasil
-
Legenda Liverpool Terjebak di Abu Dhabi, Penerbangan Dibatalkan saat Ledakan Terdengar
-
Harga BBM Pertamina Melonjak per 1 Maret, Pertamax Dibanderol Rp 12.300/Liter