SUARA GARUT - Program bantuan sosial (bansos) beras 10 Kg di Kabupaten Garut, Jawa Barat menyusut 1,5 Kg tiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kasus ini ditemukan oleh Forum Pemuda Peduli Garut (FPPG) saat melakukan fungsi kontroling di sejumlah desa.
FPPG mengaku akan segera membawa kasus ini ke ranah hukum agar kejadian serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.
Ketum FPPG, Asep Nurjaman mengatakan, dari hasil investigasi di lapangan, telah ditemukan adanya ketidakberesan dalam proses penyalurannya.
"Dari hasil investigasi kawan-kawan di lapangan kita menemukan gelagat ketidakberesan. Misalkan, KPM di Desa Ciptarasa, Kecamatan Samarang, setelah beras bansos tersebut ditimbang kembali ternyata menyusut seberat 1,5 Kg, ini jelas ada dugaan kuat si oknum bermain curang," ungkapnya, Sabtu (6/5/2023)
Asep menegaskan, jangan sampai aksi curang para oknum ini terus berulang. Karena ini soal hak rakyat kecil.
"Ini soal hak rakyat kecil yang harus dilindungi. Bagi mereka 1,5 Kg beras itu sangat berarti, terlebih di masa sulit seperti sekarang. Saya pastikan akan mengambil langkah hukum terkait kecurangan ini," tandas Asep kepada garut.suara.com.
Dikatakannya, seandainya beras bansos tersebut disunat merata di setiap KPM, maka jika dikalkulasikan berapa ratus ton beras yang dicuri si oknum.
"Memang, jika dilihat dari satu KPM yang hanya 1,5 Kg jumlahnya kecil. Namun jika indikasi ketidakberesan ini merata di semua KPM tinggal kalikan saja, berapa ratus atau ribu ton beras yang dicuri si oknum, dan gelagat tidak bener ini harus segera dihentikan," pungkasnya. (*)
Baca Juga: Hasil Thailand vs Malaysia di SEA Games 2023, Gajah Perang Menang 2-0
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Cedera Saat Bela Timnas Indonesia, Musim Mauro Zijlstra Terancam Berakhir Lebih Cepat
-
Soroti Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Gus Hilmy: PBB Harus Hukum Israel!
-
Cuma Saksi, Virgoun Tegaskan Tak Relevan Bahas Damai dengan Inara Rusli di Kasus Akses Ilegal
-
Jemaat Geraja POUK Tesalonika Teluknaga Tangerang Tetap Ibadah Jumat Agung di Rumah Doa
-
Pemerintah Minta Perkembangan Anak Penerima MBG Dipantau, Dari IQ Sampai Tinggi Badan
-
Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
-
Vigili Paskah Itu Apa? Ini Makna, Rangkaian Ibadah, dan Alasan Digelar Malam Hari
-
Bukan Kurang Doa, Tapi Memang Sistemnya yang Gak Rata: Curhat Kelas Proletar
-
WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat
-
Honor Pad 10 Pro Resmi Meluncur,: Tablet Tipis 6,1mm dengan Dimensity 8350 dan Layar 144Hz