GARUT SUARA - Bagi orang Indonesia asli, jika mendengar pohon pinang, mungkin yang terbersit dalam pikiran kita adalah peringatan hari kemerdekaan.
Ya, memang pohon pinang ini seolah menjadi tumbuhan ikonik dalam setiap perayaan hari Kemerdekaan RI itu.
Pohon pinang kerap hadir dalam perlombaan tradisi khas Agustusan itu. Ya, lomba panjat pinang.
Dari berbagai penelitian para ahli di bidangnya. Pohon pinang ini banyak mengandung khasiat untuk kesehatan tubuh kita.
Yang paling menarik, akar pohon pinang ini dipercaya dapat meningkatkan gairah libido dan kesuburan kaum Adam.
Diketahui dalam akar pohon pinang ada satu zat yang dinamakan alkalin. Nah, zat alkalin inilah yang dipercaya dapat membantu gairah dan kesuburan pria dewasa.
Perlu diketahui, harus diperhatikan pH yang normal di bagian tubuh pria yang berhutang dengan kejantanan.
Dengan pH normal inilah alat vital pria akan dapat berfungsi dengan normal, gairah libido akan muncul dan kesuburan pun terjaga.
Penasaran, bagaikan cara meracik akar pohon pinang sehingga berkhasiat untuk meningkatkan gairah dan kesuburan kaum pria ?
Baca Juga: Tolak Coldplay Datang ke Indonesia, Novel Bamukmin PA 212 Perintahkan Panitia Urung Gelar Konser
Simak di sini :
Cara mengolah akar pinang untuk kejantanan pria ini tak terlalu ribet. Akar pinang ini hanya perlu diolah menjadi bentuk bubuk.
Langkah pertama, siapkan akar pohon pinang swgar. Akar yang baru dicabut memiliki khasiat terbaik.
Cucilah akar pohon pinang hingga bersih. Setelah kering jemur akar pinang hingga keringnya maksimal.
Setelah akar pinang kering maksimal, haluskan akar pinang. Bisa ditunjuk manual atau menggunakan blender.
Sebelum dihidangkan, tuangkan 5 sendok serbuk akar pinang yang telah halus. Lalu rebus dengan 3 gelas air
Tunggu hingga mendidih seraya diaduk pelan-pelan.
Setelah racikan mendidih, matikan api. Lalu pastikan uap air rebusan benar-benar hilang.
Setelah uap air hilang, tuangkan racikan akar pohon pinang ke dalam gelas sambil disaring.
Nah, racikan akar pinang untuk kejantanan pria siap dikonsumsi
Racikan akar pinang ini bisa dikonsumsi segelas per harinya. Bubuk akar pinang bisa disimpan di tempat kering agar awet.
Untuk hasil optimal dan bisa segera dirasakan khasiatnya. Dianjurkan, sekitar 2 jam sebelum berhubungan suami istri, segelas racikan akar pinang ini bisa diminum dengan menambahkan kopi hitam plus telur bebek.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat! (*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
Pilihan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
-
Iran Kibarkan Bendera Merah di Masjid Jamkaran Usai Kematian Khamenei, Simbol Janji Balas Dendam
Terkini
-
Ahok Jadi Saksi Sidang Kasus Korupsi LNG Pertamina Rp1,7 Triliun, Irit Bicara Saat Tiba di Tipikor
-
6 Fakta Tragis Kecelakaan Moge Harley-Davidson di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal Dunia
-
Kronologi Kecelakaan Maut Tewaskan 4 Penumpang Bus di Pelalawan
-
2 Kandidat Pengganti Iran Andai Mundur dari Piala Dunia 2026
-
Skema Timnas Indonesia Gantikan Iran di Piala Dunia 2026 Buntut Serangan AS-Israel
-
Jadi Sumber Inspirasi dan Saksi Nikah, Apa Hubungan Kris Dayanti dan Try Sutrisno Sebenarnya?
-
Kejar Tayang Mudik Lebaran! Jalan Semarang-Godong Dikebut, Gubernur: H-7 Harus Beres!
-
Jadwal Resmi Pengumuman SNBP 2026
-
Fenomena War Takjil, Warna Unik Ramadan di Tengah Euforia Budaya Konsumtif
-
Zakat Fitrah di Era Digital: Boleh Uang atau Harus Beras?