SUARA GARUT - Dinas Kebakaran (Disdamkar) Garut memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan kenyamanan kepada masyarakat, bukan saja mengatasi masalah bencana kebakaran, tapi juga masalah non kebakaran.
Kepala Disdamkar Kabupaten Garut, Eded Komara Nugraha, mengungkapkan, masalah non kebakaran kasusnya jauh lebih banyak dari kasus kebakaran.
Tahun 2022 lalu total penanganan kasus non kebakaran mencapai 630 kali, sedangkan kebakaran hanya 125 kasus, untuk tahun 2023 hingga pertengahan Mei ini terdapat 40 kasus kebakaran sedangkan non kebakarannya sudah hampir 200 kasus.
"Untuk kasus non kebakaran itu yang terbanyak gangguan tawon vesva, karena hampir setiap malam kita lakukan evakuasi tawon yang berbahaya ini," katanya, ditemui di Hotel Santika, Selasa (16/05/2023).
Eded juga merinci jumlah anak buahnya ada sekitar 138 orang, namun lebih dari 70 persen diantaranya merupakan tenaga honorer.
"Kita ini sangat kekurangan personel dan memang kita sulit untuk mendapatkan pegawai, karena pegawai Disdamkar ini harus memiliki skill," katanya.
Ia menyayangkan di tengah kekurangan personel Disdamkar, justru banyak anak buahnya yang kabur ke daerah lain akibat kuota pegawai pemerintah dengan Perjanjian kerja (PPPK) yang sangat minim.
"Tahun ini kita hanya mendapatkan kuota PPPK itu hanya 8 orang. Makanya banyak pegawai kami yang pindah ke daerah lain, sekarang ada 10 orang yang keterima di luar Garut. Sayang mereka sudah kita latih, kinerjanya baik, tapi kan mereka butuh perbaikan kesejahteraan ya kita gak bisa menghalangi, " katanya.
Ia membandingkan jatah pegawai PPPK dengan Disdamkar daerah seperti Bekasi yang mendapatkan 245 orang.
Baca Juga: Polisi Tak Temukan Proyektil Peluru di TKP Penembakan, Pengacara Habib Bahar: Kita Hormati
"Petugas kita juga banyak yang ikut testing di sana, keterima. Otomatis pegawai kita berkurang padahal untuk rekrutmen sulit, " sesalnya.
Ditambahkannya, selain kekurangan pegawai, pihaknya juga mengaku kekurangan peralatan terutama mobil pemadam yang kini hanya terdapat 13 unit.
"Alhamdulillah kemarin dapat hibah dari Jepang 2 unit. Kita sudah mengajukan tambahan satu unit mobil pemadam, kalau tidak bisa, gak apa apa revitalisasi karena ada 3 unit yang masih bisa dioperasikan, tapi perlu revitalisasi pompanya agar daya semburnya optimal, " ujarnya.
Ia juga menyebutkan ada beberapa mobil operasional pemadam kebakaran yang tahun pembuatannya sebelum tahun 2000.
Ia juga mengatakan, tingkat kepercayaan masyarakat kepada instansi ya makin meningkat. Terbukti banyak kasus non kebakaran yang minta dibantu Disdamkar, seperti kunci yang tertinggal di dalam mobil, atau hal sepele lainnya.(*)
Editor: Farhan
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena