SUARA GARUT - Beredar sebuah video seorang kyai asal Tasikmalaya meninggal, berlumuran darah di Grup WhatsApp (GWA) NU Singajaya dengan narasi pembunuhan.
Narasi Video berdurasi 32 detik dengan caption "Siaga satu, Kyai Nanang Idris didapatkan sudah tidak bernyawa berlumuran darah."
Sontak saja, anggota grup lain ikut mengomentari dengan nada marah karena yang meninggal adalah seorang kyai.
"Subhanallah, sing engal kapeunak pelakuna (subhanallah, mudah-mudahan cepat ketemu pelakunya)" tutur salah satu anggota GWA dengan Bahasa Sunda.
Anggota GWA lain, Ajengan Aab yang juga ketua MUI Kecamatan Singajaya ikut menimpali untuk memberi klarifikasi terhadap video yang beredar.
Menurutnya, berdasarkan keterangan yang disampaikan saudara Ajengan Aab yang berada di Tasikmalaya melalui pesan suara (voice note).
Fakta yang terjadi berdasarkan keterangan saudaranya tersebut, kyai Idris selaku pengasuh Bahrul Ulum Tasikmalaya meninggal karena pecah pembuluh darah.
Akibat pecahnya pembuluh darah tersebut, darah keluar dari rongga-rongga kepala, mulai dari hidung, telinga dan mulut.
Berdasarkan penelusuran garut.suara.com, ditemukan sumber berita dari Tribun Priangan, kyai yang meninggal tersebut bernama lengkap KH Nanang Idris Bustomi.
Baca Juga: Ke Kantor DPW PPP Manado, Ganjar Konsolidasikan Pemenangan Pilpres 2024
Ia merupakan pengajar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Kelurahan Awipari, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya.
Kyai tersebut ditemukan meninggal, saat warga mencium bau tak sedap pada Senin (8/5/2023) sore.
Saat ditemukan, kyai tersebut ditemukan dalam kondisi tengkurap dan sudah membiru karena diperkirakan ia sudah meninggal sejak dua atau tiga hari lalu.
Pernyataan tersebut berdasarkan keterangan kapolsek Cibeureum AKP Nandang Rokhmana yang dilansir oleh garut.suara.com dari Tribun Priangan. (*)
Editor: SENO
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
4 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaik untuk Bapak-Bapak di Mei 2026
-
Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Kawasan Batutulis Bogor Jadi Area Hijau dan Sejarah
-
Long Weekend Mei 2026 ke Danau Ranau? Ini Rute, Budget, dan Penginapan Terbaru yang Banyak Dicari
-
Atasi Banjir Kendari, Pemkot Bakal Bangun Tanggul Permanen di Kali Wanggu
-
Tanpa Bojan Hodak dan Dua Pilar Asing, Bos Umuh Tuntut Persib Tetap Bermental Juara
-
Fantastis, 22 Ribu Sumur Minyak Rakyat di Muba Disebut Bisa Putar Ekonomi hingga Miliaran Rupiah