SUARA GARUT - Banyaknya daerah yang tidak mengusulkan formasi guru PPPK tahun 2023, mendapat perhatian serius legislator Dapil NTT II Anita Jacoba.
Anita Jacoba menilai Dana Alokasi Umum (DAU) untuk PPPK digunakan daerah untuk kegiatan yang lain.
Meski begitu, belum ada jawaban pasti dari Kementerian Keuangan terkait apakah sudah atau belum DAU untuk PPPK tersebut di trasfer ke daerah.
Namun nyatanya dilapangan banyak daerah yang enggan mengusulkan formasi guru PPPK karena terbentur anggaran.
Ketidak jelasan soal anggaran DAU tersebut, disayangkan politisi Demokrat asal Dapil NTT II di RDP Komisi X DPR RI beberapa waktu yang lalu.
Dia menyoroti kinerja kementerian keuangan dalam hal pengawasan terhadap trasnfer DAU ke daerah untuk PPPK.
Menurut Anita banyak daerah yang tidak mengusulkan formasi, seperti misalnya di dapil NTT II, bahkan daerah lain di Indonesia.
Anita menyebutkan banyak lulusan passing grade (PG) P1, tidak diangkat karena persoalan dana, dan ini menjadi tanggung jawab Kemenkeu.
"Jelaskan kepada kami Komisi X tentang dana-dana yang ditransfer ke daerah untuk membiayai PPPK, karena sampai hari ini ada puluhan ribu yang belum diangkat," kata Anita.
Baca Juga: Dari 18 Parpol, KPU Ungkap Baru Ada 9 yang Buka Rekening Khusus Dana Kampanye
Menurutnya pemerintah daerah beralasan soal ketidakjelasan terhadap dana DAU.
"Dikatakan sudah ditransfer tetapi kenyataannya pemerintah daerah menggunakannya untuk kepentingan lain," tegasnya.
Sebetulnya siapa yang salah, karena tanggung jawab Menteri Keuangan mentransfer dana ke daerah untuk PPPK.
Dan ketika PPPK tidak dibayar, tidak diangkat bahkan sampai hari ini ada yang sudah lolos tapi belum mendapat gaji.
"Ada yang sudah Mendapat gaji tidak sesuai dengan peraturan pemerintah, itu terjadi lapangan," katanya.
Dana DAU, sambung ANita banyak diselewengkan oleh pemerintah daerah. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Teknologi Logistik AI Ubah Masa Depan E-Commerce Indonesia
-
Rakyat Tidak Keberatan Membayar Pajak, Asal Negara Tahu Cara Mengelolanya
-
Jordi Amat Ungkap Modal Penting Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026
-
Saksi Dibeli Produk Bukan di Toko Resmi, dr Richard Lee Bingung Jadi Tersangka
-
Dubes Dipanggil Amerika Usai PM Malaysia Berani Tolak Israel, Menlu: Kami Tak Akui Rezim Zionis
-
Tak Sekadar Peragaan Busana, IFW 2026 Ajak Wisatawan Jelajahi Seni dan Kuliner Jakarta
-
7 Sunscreen Mengandung Vitamin C untuk Mencerahkan Wajah dan Mengurangi Flek Hitam
-
Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
-
Belum Dipecat Kejagung! Febrie Adriansyah Masih Terima Gaji Tiap Bulan dari Negara
-
Cari Sunscreen untuk ke Pantai yang Tak Bikin Mata Perih? Ini 5 Rekomendasi Sesuai Review