SUARA GARUT - Solusi Pemerintah dalam mengatasi penempatan formasi kurang peminat Menteri Nadim akan memberikan beasiswa ikatan dinas.
Beasiswa ikatan dinas tersebut diberikan kepada guru berupa Pendidikan Profesi guru (PPG) pra jabatan.
Sebagaiamana diketahui PPG prajabatan itu khusus kalangan calon guru yang bersedia ditempatkan pada formasi kurang peminat.
Kebijakan Menteri Nadim tersebut dilakukan agar tidak ada lagi sekolah yang ksosong pendidiknya akibat sepi dari peminat.
Sejauh ini Kemendikbudristek belum menentukan kriteria guru yang bisa mendapatkan beasiswa ikatan dinas tersebut.
Pasalnya, rencana pemberian beasiswa ikatan dinas berupa PPG prajabatan akan dilakukan setelah RPP Manajeman ASN ditetapkan pada Oktober mendatang.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X dengan Kemendikbudristek tersebut Menteri Nadim menyampaikan beberapa solusi dalam penuntasan masalah guru honorer.
Pemerintah pusat dan daerah kata Menteri Nadim, akan memberikan beasiswa PPG prajabatan dengan ikatan dinas.
"Jika ikatan dinas tersebut tidak dituntaskan maka yang bersangkutan akan dikenakan penalti," kata Menteri Nadim dipantau dari chanel YouTube Komisi X DPR RI, pada Minggu, (28/05/2023).
Baca Juga: Kredit UMKM BRI Terus Tumbuh Capai Rp989,6 Triliun
Mahasiswa PPG prajabatan kata Menteri Nadim yang menerima beasiswa akan ditempatkan pada formasi kurang diminati paling tidak selama tiga tahun.
Selain itu pada daerah kurang peminat di daerah khusus pemerintah juga akan memebrikan insentif, bisa dengan kenaikan pangkat lebih cepat, atau prioritas di marketplace untuk posisi selanjutnya setelah ikatan dinas selesai.
Program Beasiswa ikatan dinas untuk guru tersebut kata Nadim akan diterapkan tahun 2024 mendatang. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia
-
Terlalu Kocak, Benedictus Siregar Bikin Fatih Unru Sulit Fokus Syuting Gudang Merica